Kamis, 06 April 2017

MITOLOGI DEWI PSYCHE

MITOLOGI DEWI PSYCHE

            “Dunia” kita dinamakan psikologi sebagai penghormatan pada tokoh mitologi Yunani, Pysche, yang berarti jiwa dalam bahasa yunani dan latin. Psyche adalah puteri bungsu dari soerang maharaja. Kecantikannya sungguh luar biasa dan membuat banyak manusia dari seluruh penjuru dunia rela menempuh perjalanan yang sangat jauh hanya untuk melihat kecantikannya. Venus yang menjadi dewi kecantikan merasa iri terhadap Psyche karena semua manusia melalaikan pemujaan terhadap Venus. Venus kemudian meminta anaknya, Cupid yang bergelar dewa cinta untuk membuat Psyche jatuh cinta padanya.

            Cupid kemudian merekayasa orang tua Psyche untuk meninggalkan anaknya di sebuah bukit dimana dia akan menikah dengan seekor monster ular. Psyche pun pasrah menerima nasibnya dengan menikah dengan seekor ular. Sementara itu, Cupid yang terpana melihat kecantikan Psyche tanpa sengaja tergores anak pananhnya sendiri. Anak panah Cupid mengandung cairan racun sehingga siapapun yang terkena anak panahnya akan jatuh cinta. Cupid jatuh cinta pada Psyche. Karena Psyche bukan seorang dewi maka Cupid tidak memberi kesempatan Psyche untuk mengetahui jati diri Cupid atau melihat rupanya. Cupid hanya mendatangi Psyche ketika malam dan meminta Psyche untuk bersumpah untuk tak melihat wajahnya. 

            Saudari Psyche yang iri melihat keadaan Psyche berusaha untuk mengancurkan kebahagiannya. Mereka menghasut Psyche dengan menyatakan bila suaminya sangat merahasiakan identitas dirinya maka ada yang salah dengan suaminya. Akhirmya Psyche tak mampu menanggung rasa penasarannya tentang jati diri suaminya. Suatu malam ketika Cupid tertidur maka Psyche mengendap-endap membawa lampu teplok untuk melihat Cupid. Betapa terkejutnya Psyce melihat seorang yang tampan yang setampan-tampannya hingga kata tampan pun tak mampu mewakili ketampanannya. Tangan Psyche mulai bergetar da lampu templok yang dipegangnya jatuh dan membakar tubuh Cupid yang adalah suaminya. 

            Dalam derita batin karena melanggar sumpah, melukai Cupid, dan Kehilangan Cupid, Psyche bersumpah akan membuktikan pada Cupid how much she loves him dengan menghabiskan sisa hidupya untuk mencari Cupid. Dia meminta pertolongan pada semua dewa dan pada akhirnya, dalam keputusasaan ia memohon pada dewa Venus.

            Cupid meminta ibunya, Venus untuk mengobati lukanya. Ketika Venus mendengar Cupid menikahi Psyche dan Psyche menghianati sumpahnya maka Venus menghukum Psyche. Venus mengatakan jika ingin mendapat ampuan maka Psyche harus menunaikan beberapa tugas. Tugas-tugas tersebut mustahil untuk ditunaikan namun Psyche berharap dalam usahanya memenuhi tugs ia akan berjumpa kembali dengan cintanya yang hilang. Dalam ujian pertama Venus mencampur biji-bijian, tepung dan jewawut dalam satu ember dan memberi Psyche waktu sampai tengah malam. Sekelompok semut yang terharu melihat air mata keputusasaannya membantu Psyche. Venus sangat marah melihat kejadian itu. 

            Venus kemudian memberi tugas yang lebih mustahil, yaitu mencari bulu berwarna emas dari domba putih yang galak dan mengambil air hitam dari jernihnya sungai Styx. Dengan bantuan pihak ketiga Psyche mampu menunaikannya. Cupid yang telah sembuh dari luka fisiknya ingin membalut luka batinnya akibat kerinduan pada Psyche dengan menemui Psyche dan meyakinkannya bahwa pencariannya telah berakhir. Cupid ingin balikan dengan Psyche sehingga ia meminta Jupiter, Dewa dari segala dewa, untuk mengangkat pangkat Psyche menjadi dewi.

            Keingintahuan Psyche dan pencariannya terhadap pengetahuan (tentang jati diri dan rupa Venus) dan cinta merupakan symbol semangat keingintahuan kita terhadap manusia dan kemanusiaan. Kisah Psyche merupakan contoh dari pelbagai fenomena yang ingin kita pelajari: rasa ingin tahu, kedengkian, altruisme, ketabahan dan tentu saja, Cinta.

Di atas segalanya kisah tersebut adalah symbol bahwa apa yang ingin kita pahami mungkin tidak akan sepenuhnya tertangkap namun ada satu hal yang tidak dapat dirampas dari diri kita: the human spirit. Sesukar apapun Psyche tetap bertahan dalam pencariannya terhadap hal yang akan melengkapkan jiwanya.

Selasa, 17 Januari 2017

Kepemimpinan

Kepemimpinan

Pengertian :

  • Menurut Katz dan Kahn (dalam Watkin, 1992) berbagai definisi kepemimpinan pada dasarnya dapat diklasifikasikan menjadi tiga kelompok besar yakni “sebagai atribut atau kelengkapan dari suatu kedudukan, sebagai karakteristik seseorang, dan sebagai kategori perilaku”. 

Pengertian kepemimpinan sebagai atribut atau kelengkapan suatu kedudukan, diantaranya dikemukakan oleh Janda (dalam Yukl, 1989) sebagai berikut. 

  • “Leadership is a particular type of power relationship characterized by a group member’s perception that another group member has the right to prescribe behavior patterns for the former regarding his activity as a group member”. (Kepemimpinan adalah jenis khusus hubungan kekuasaan yang ditentukan oleh anggapan para anggota kelompok bahwa seorang dari anggota kelompok itu memiliki kekuasaan untuk menentukan pola perilaku terkait dengan aktivitasnya sebagai anggota kelompok, pen.). 
Peran pemimpin :
Nawawi (2003:46-57) menjabarkan beberapa fungsi pemimpin sebagai berikut: 
  1. Fungsi Pengambil Keputusan Suatu organisasi akan berjalan dinamis jika pemimpin mempunyai kemampuan untuk mengambil keputusan yang nantinya akan dilaksanakan bawahannya. Fungsi ini sangat penting peranannya karena tanpa mampu dan berani mengambil keputusan, pemimpin tidak akan dapat menggerakan anggotanya. Keberanian mengambil keputusan menunjukan bahwa pemimpin mengetahui cara mencapai tujuan organisasi yang nantinya akan bermanfaat bagi semua anggota organisasi. Kepemimpinan, seorang pemimpin perlu mengikutsertakan anggota organisasi, sesuai posisi dan tujuannya masing-masing.
  2. Fungsi Instruktif Salah satu wewenang/kekuasaan yang dimiliki pemimpin adalah memerintahkan anggotanya untuk melakukan atau tidak melakukan sesuatu dalam melaksanakan tugas dan tanggungjawabnya sebagai anggota organisasi. Fungsi ini tidak harus dilaksanakan secara otoriter, artinya pemimpin tidak perlu bertindak sebagai penguasa yang tidak boleh dibantah instruksinya dalam pelaksanaan keputusan atau dalam kegiatan lain.Dalam setiap perintah, pemimpin harus memberikan penjelasan dengan menggunakan bahasa yang sesuai dengan tingkat kemampuan dan kematangan anggota yang di perintah. Bahkan jika perlu harus dijelaskan tentang akibat yang akan terjadi jika instruksi tidak dikerjakan dengan benar. Dengan demikian diharapkan perintah akan dilaksanakan dengan lebih hatihati dan teliti. 
  3. Fungsi Konsulatif Setiap pemimpin dinilai sebagai seseorang yang memiliki kelebihan dibanding dengan anggota organisasi yang lain. Berdasarkan penilaian tersebut, pemimpin harus siap dan bersedia memberikan kesempatan kepada anggota organisasi untuk berkonsultasi. Konsultasi tersebut berguna untuk mengatasi dan menyelesaikan masalah-masalah, baik yang berhubungan dengan pekerjaan maupun masalah pribadi. Selain itu anggota organisasi juga diberi kesempatan menyampaikan saran, kritik, dan informasi yang berhubungan dengan pekerjaan dan organisasi.
  4. Fungsi Partisipatif Partisipasi yang dilakukan oleh pemimpin kepada karyawan dapat dilaksanakan dengan dua cara. Partisipasi yang pertama dengan mengikutsertakan anggota organisasi sesuai posisi dan kewenangannya dalam berbagai kegiatan yang relevan. Sedangkan partisipasi yang kedua adalah kesediaan pemimpin untuk berpartisipasi dalam membantu anggota organisasi menyelesaikan masalah yang dihadapi. 
  5. Fungsi Delegatif Seorang pemimpin harus mampu membagi pekerjaan dan melimpahkan wewenang dan tanggung jawab pelaksanaannya, termasuk juga dalam mengambil keputusan sesuai batas kekuasaan dan tanggung jawab yang telah dilimpahkan itu. Mereka harus mampu mendayagunakan orang lain agar bekerja untuk diri dan organisasinya.
Teori X dan Y 
Douglas McGregor (Robbins da Judge, 1990 : 225) mengemukakan dua persepsi nyata mengenai manusia:
  • persepsi pertama pada dasarnya negatif, disebut Teori X (Theory X), dan yang kedua pada dasarnya positif, disebut Teori Y (Theory Y). Setelah mengkaji cara para supervisor berhubungan dengan para karyawan, McGregor menyimpulkan bahwa persepsi supervisor mengenai sifat manusia didasarkan atas beberapa kelompok asumsi tertentu dan bahwa mereka cenderung membentuk perilaku mereka terhadap karyawan berdasarkan asumsi-asumsi tersebut. 
Menurut Teori X, empat asumsi yang dimiliki oleh supervisor adalah: 
  1. Karyawan pada dasarnya tidak menyukai pekerjaan dan, sebisa mungkin, berusaha untuk menghindarinya. 
  2. Karena karyawan tidak menyukai pekerjaan, mereka harus dipaksa, dikendalikan atau ddiancam dengan hukuman untuk mencapai tujuan-tujuan. 
  3. Karyawan akan menghindari tanggungjawab dan mencari perintah formal bila mungkin. 
  4. Sebagian karyawan menempatkan keamanan di atas semua faktor lain terkait pekerjaan dan menunjukkan sedikit ambisi. 
Bertentangan dengan persepsi-persepsi negatif mengenai sifat-sifat manusia dalam Teori X, McGregor menyebutkan empat asumsi positif yang disebutnya sebagai Teori Y: 
  1. Karyawan menganggap kerja sebagai hal yang menyenangkan, seperti halnya istirahat atau bermain. 
  2. Karyawan akan berlatih mengendalikan diri dan emosi untuk mencapai berbagai tujuan. 
  3. Karyawan bersedia belajar untuk menerima, bahkan mencari, tanggungjawab. 
  4. Karyawan mampu membuat berbagai keputusan inovatif yang diedarkan ke seluruh populasi, dan bukan hanya bagi mereka yang menduduki posisi manajemen. 
Hubungan kerangka dasar yang dibuat oleh Maslow dengan teori X dan Y adalah Teori X berasumsi bahwa kebutuhan-kebutuhan tingkat yang lebih rendah mendominasi individu. Teori Y berasumsi bahwa kebutuhan-kebutuhan tingkat yang lebih tinggi mendominasi individu. McGregor sendiri yakin bahwa asumsi-asumsi Teori Y lebih valid daripada Teori X. Oleh karena itu, dia mengemukakan berbagai ide seperti pembuatan keputusan partisipatif, pekerjaan yang menantang, serta hubungan kelompok yang baik sebagai pendekatan yang akan memaksimalkan motivasi pekerjaan seorang karyawan. 





sumber
Yukl, Gary A. (1989). Leadership in Organizations. 2nd Ed.New Jersey: Prentice-Hall International, Inc. 
Watkins, Peter. (1002). A Critical Review of Leadership Concpets and Research: The Implication for Educational
         Administration. Geelong: Deakin University Press.
Nawawi, Hadari. 2003. Kepemimpinan Mengefektifkan Organisasi. Yogyakarta: Gajah Mada University Press. 
Robbins, S.P and Tomoty A. Judge, 1996. Organizational Behaviour. Seventh Edition Prentice Hall Inc. New Jersey.  

Kamis, 12 Januari 2017

Job desc dan job spec Trainer

Menajer Logistik

Nama Jabatan : Regional Trainer

Job Description:
  • Melaksanakan semua pelatihan dengan standar dan efektivitas tinggi.
  • Manajer pelatihan dan pengembangan SDM bertugas dalam perencanaan anggaran pelatihan tiap departement, biaya tak terduga dan jumlah peserta pelatihan sesuai kebutuhan.
  • Membuat strategi dan rencana-rencana organisatoris untuk memenuhi kebutuhan pelatihan dan pengembangan, dan mengatur pelaksanaan pelatihan, pengukuran dan tindak lanjut yang diperlukan.
  •  Memastikan bahwa setiap aktivitas memiliki inti dan tujuan serta terintegrasi dengan persyaratan perusahaan untuk manajemen keselamatan kerja, mutu, kesehatan, hukum, dan kebijakan.
  • Melakukan pengembangan diri dan meningkatkan pengetahuan sesuai dengan bidang yang bersangkutan secara kontinyu. Itulah beberapa tugas manajer pelatihan dan pengembangan SDM.


Job Specification :
  • Min. S1 semua jurusan
  • Diutamakan yang memiliki CFP/CPLHI/AAAIJ
  • Mampu melaksanakan pelatihan dan melakukan penilaian dengan sangat baik 
  • Min. 2 tahun pengalaman di bidang pelatihan asuransi 
  • Diutamakan yang memiliki 2-5 tahun pengalaman di bidang penjualan 
  • Dapat berkomunikasi dengan efektif secara lisan maupun tulisan 
  • Memiliki kemampuan pengaturan waktu dan interpersonal yang baik 
  • Dapat mengoperasikan komputer

Job desk dan job spec Public Relation

Public Relations

Nama Jabatan : Public Relation Officer

Job description
  • menyelenggarakan bertanggung jawab atas penyampaian informasi secara lisan, tertulis, melalui gambar (visual) kepada publik, supaya publik mempunyai pengertian yang benartentang organisasi tau perusahaan, tujuan serta kegiatan yang dilakukan.
  • memonitor, merekam dan mengevaluasi tanggapan serta pendapat umum atau masyarakat. disamping itu, menjalankan dan bertanggung jawab terhadap kehidupan kita bersama dengan lingkungan. Karena mereka ikut menentukan kehidupan organisasi apabila kita tidak saling menggangu, perlu diajak berunding demi kebaikan semua pihak tak ada yang di rugikan.
  • Memperbaiki Citra Organisasi, bagi PR citra yang baik terletak pada (1) bagaimana organisasi bisa mencerminkan organisasi yang dipercayai, memiliki kekuatan, mengadakan perkembangan secara berkesinambungan yang selalu terbuka untuk dikontrol, dievaluasi. (2) dapat dikatakan bahwa citra tersebut merupakan gambaran komponen yang kompleks.
Job specification

  • Wanita, usia maksimal 30 tahun
  • Pendidikan minimum D3
  • Bersedia bekerja dengan Target
  • Berpenampilan menarik
  • Memiliki kemampuan berkomunikasi yang baik
  • Diutamakan yang memiliki pengalaman di Contect Provider atau Adveritising

Job desc dan Job spec teknisi

Teknisi
Nama Jabatan : Teknisi Listrik

Job description :
  • Menjaga, memperbaiki dan menentukan skala termometer peralatan elektronik termasuk sistem kontrol numerik atau kontrol elektronik untuk mesin-mesin elektronik.
  • Melaukan tugas tugas terkait dengan pengujian dan perbaikan peralatan termasuk mengambil terpisah dan pengumpulan ulang komponen setelah perbaikan atau pergantian komponen.
  • Mmemeriksa peralatan dan mengevaluasi kinerja.
Job specification
  • Pria, usia maksimal 25 tahun.
  • Pendidikan terkahir SMK/STM jurusan listrik atau mekanik.
  • Lebih diutamakan jurusan listrik, dan lulusan SMK Negeri.
  • Nilai rata-rata minimum 7
  • Pekerja keras dan bertanggung jawab.
  • Sehat jasmani dan rohani, serta tidak buta warna dibuktikan dengan surat keterangan dokter


Sabtu, 07 Januari 2017

Tugas Psikologi Manejemen

1. Psikologi Manajemen
* Pengertian Manajemen
Manajemen adalah proses perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengawasan usaha-usaha para anggota organisasi dan penggunaan sumber daya organisasi lainnya agar mencapai tujuan yang telah ditetapkan (Stoner). Manajemen merupakan ilmu dan seni.
Ada 4 fungsi utama dalam manajemen:
- Perencanaan (Planning)
- Pengorganisasian (Organizing),
- Pengarahan (Actuating/Directing)
- Pengawasan (Controlling)
Seni dalam menyelesaikan sesuatu melalui orang lain (Follet,1997). Sebuah proses yang dilakukan untuk mewujudkan tujuan organisasi melalui rangkaian kegiatan berupa perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengendalian orang-orang serta sumber daya organisasi lainnya (Nickels, McHugh and McHugh ,1997). Seni atau proses dalam menyelesaikan sesuatu yang terkait dengan pencapaian tujuan. (Ernie&Kurniawan, 2005).
Adanya penggunaan sumber daya organisasi, baik sumber daya manusia, maupun faktor-faktor produksi lainnya. Sumber daya tersebut meliputi sumber daya manusia, sumber daya alam, sumber daya keuangan, serta informasi (Griffin,2002). Adanya proses yang bertahap dari mulai perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengimplementasian, hingga pengendalian dan pengawasan. Adanya seni dalam menyelesaikan pekerjaan.
* Psikologi manajemen adalah ilmu tentang bagaimana mengatur / me-manage sumber daya yang ada untuk memenuhi kebutuhan.

Kaitannya dengan psikologi:
Dengan ditemukan dan dikembangkannya ilmu psikologi, diketahui bahwa unsur SDM ternyata merupakan yang terpenting dari ketiga modal kerja perusahaan manapun. Pasalnya, ilmu psikologi yg memang berpusat pada manusia, mampu mengintervensi berbagai faktor internal manusia seperti motivasi, sikap kerja, keterampilan, dsb dengan berbagai macam teknik dan metode, sehingga bisa dicapai kinerja SDM yang setinggi-tingginya untuk produktivitas perusahaan.
Sumber Daya Organisasi
- Sumber Daya Manusia
- Sumber Daya Informasi
- Sumber Daya Fisik
- Sumber Daya Keuangan
- Sumber Daya Alam
Fungsi-fungsi Manajemen
- Perencanaan (Planning)
- Pengorganisasian (Organizing)
- Pengarahan dan pengimplementasian (Directing/Leading)
- Pengawasan dan Pengendalian (Controlling)

2. Apa itu Organisasi?
Menurut para ahli terdapat beberapa pengertian organisasi sebagai berikut.
* Stoner mengatakan bahwa organisasi adalah suatu pola hubungan-hubungan yang melalui mana orang-orang di bawah pengarahan atasan mengejar tujuan bersama.
* James D. Mooney mengemukakan bahwa organisasi adalah bentuk setiap perserikatan manusia untuk mencapai tujuan bersama .
* Chester I. Bernard berpendapat bahwa organisasi adalah merupakan suatu sistem aktivitas kerja sama yang dilakukan oleh dua orang atau lebih.
* Stephen P. Robbins menyatakan bahwa Organisasi adalah kesatuan (entity) sosial yang dikoordinasikan secara sadar, dengan sebuah batasan yang relatif dapat diidentifikasi, yang bekerja atas dasar yang relatif terus menerus untuk mencapai suatu tujuan bersama atau sekelompok tujuan.
Sebuah organisasi dapat terbentuk karena dipengaruhi oleh beberapa aspek seperti penyatuan visi dan misiserta tujuan yang sama dengan perwujudan eksistensi sekelompok orang tersebut terhadap masyarakat. Organisasi yang dianggap baik adalah organisasi yang dapat diakui keberadaannya oleh masyarakat di sekitarnya, karena memberikan kontribusi seperti; pengambilan sumber daya manusia dalam masyarakat sebagai anggota-anggotanya sehingga menekan angka pengangguran
Orang-orang yang ada di dalam suatu organisasi mempunyai suatu keterkaitan yang terus menerus. Rasa keterkaitan ini, bukan berarti keanggotaan seumur hidup. Akan tetapi sebaliknya, organisasi menghadapi perubahan yang konstan di dalam keanggotaan mereka, meskipun pada saat mereka menjadi anggota, orang-orang dalam organisasi berpartisipasi secara relatif teratur.

3. Aktivitas Sumber Daya Manusia
Manajemen sumber daya manusia, disingkat MSDM, adalah suatu ilmuatau cara bagaimana mengatur hubungan dan peranan sumber daya(tenaga kerja) yang dimiliki oleh individusecara efisien dan efektif serta dapat digunakan secara maksimal sehingga tercapai tujuan (goal) bersama perusahaan, karyawan dan masyarakat menjadi maksimal. MSDM didasari pada suatu konsep bahwa setiap karyawan adalah manusia - bukan mesin - dan bukan semata menjadi sumber daya bisnis.[butuh rujukan] Kajian MSDM menggabungkan beberapa bidang ilmu seperti psikologi, sosiologi, dan lain-lain
Unsur utama MSDM adalah manusia.
Manajemen sumber daya manusia juga menyangkut desain dan implementasi sistem perencanaan, penyusunan karyawan, pengembangan karyawan, pengelolaan karier, evaluasi kinerja, kompensasi karyawan dan hubungan ketenagakerjaan yang baik. Manajemen sumber daya manusia melibatkan semua keputusan dan praktik manajemen yang memengaruhi secara langsung sumber daya manusianya.

Sumber:
https://id.m.wikipedia.org/wiki/Manajemen_sumber_daya_manusia
https://id.m.wikipedia.org/wiki/Organisasi
https://id.m.wikipedia.org/wiki/Organisasi


Nama : Novita Dwi Ningrum
Kelas : 3PA21
NPM : 18514082

Kamis, 19 November 2015

Internet sebagai bantuan dalam psikoterapi

 


   Banyak sekali sarana untuk mengetahui kepribadian seseorang melalui tes kepribadian, baik secara online maupun offline. Tes kepribadian secara online sangat mempermudah kita dalam mencari tahu sedikit tentang diri kita, walaupun untuk tes online secara gratis masih sedikit saat ini.



    Salah satu contoh tes kepribadian online adalah www.ipersonic.net. iPersonic dikembangkan oleh psikolog. Felicitas Heyne, pengembang dan pendiri tes kepribadian iPersonic adalah psikolog terkenal dan penulis buku. Beliau adalah anggota afiliasi internasional American Psychological Association (APA).



    Psikotes adalah tes yang dilakukan untuk mengukur aspek individu secara psikis. Tes dapat berbentuk tertulis, visual, atau valuasi secara verbal yang teradministrasi untuk mengukur fungsi kognitif dan emosional. Tes dapat diaplikasikan kepada anak-anak maupun dewasa.Tes ini dapat berbentuk tertulis, proyektif, atau evaluasi secara verbal yang teradministrasi untuk mengukur fungsi atau kemampuan kognitif dan emosional seseorang.
    Tujuan dilaksanakannya tes ini adalah untuk mengukur berbagai kemungkinan atas bermacam kemampuan orang secara mental dan faktor-faktor yang mendukungnya, termasuk prestasi dan kemampuan, kepribadian, dan intelegensi. Jadi, psikotes adalah serangkaian kegiatan yang dilakukan untuk mengetahui gambaran seseorang mulai dari kemampuan kognitifnya, kondisi emosinya, kecenderungan-kecenderungan sikap dan hal-hal yang mempengaruhi kecenderungan tersebut.
    Dalam psikotes, kemampuan yang diukur tidak melulu terkait dengan IQ seseorang. Selain tes IQ ada juga tes kepribadian, dan wawancara. Dari integrasi tes-tes tersebut, maka akan diperoleh gambaran mengenai orang yang di tes yang kemudian disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan.

Apakah internet bisa menjadi alternatif solusi dalam psikoterapi?
- Ya, semakin berkembangnya dunia internet saat ini banyak orang yang memanfaatkan internet seperti para psikolog yang melakukan psikoterapi yang kini bisa dilakukan secara online. Adanya sarana tes psikologi secara online juga lebih mempermudah seseorang mengetahui sedikit tentang diri mereka dengan mengisi petanyaan yang dibuat dalam tes kepribadian online tersebut. Seorang psikolog ternama John Suler, Ph.D. Rider University yang dalam artikelnya menuliskan tentang “Masa Depan Psikoterapi Online dan Kerja Klinis”, di dalam artikelnya dia memprediksikan akan adanya spesialis untuk psikoterapis online. Dr. Suler memanfaatkan e-Mail sebagai modus utama dalam berinteraksi yang akhirnya membawa ke dalam tahap pengembangan Psikoterapi online yang lebih maju dengan menggunakan alat yang lebih sinkron. E-terapi adalah sebuah modalitas psikoterapi baru yang menyediakan klien cara mengakses seorang professional kesehatan mental secara online.








Referensi :
https://www.google.co.id/search?q=tujuan+tes+ipersonic&client=tablet-android-samsung&hl=in-ID&biw=602&bih=963&prmd=nimv&source=lnms&tbm=isch&sa=X&ved=0CAcQ_AUoAmoVChMItNff34icyQIVV5COCh0UwQfc#hl=in-ID&tbm=isch&q=ipersonic&imgrc=OCq_RYqTOEA0vM%3A

Minggu, 01 November 2015

Travellers Kaskus



   TravellerKaskus adalah suatu forum komunitas untuk memudahkan komunikasi antar-anggota di media sosial, sekaligus untuk berbagi informasi yang akan membantu traveller saat melakukan ingin melalukan perjalanan atau petualangan dka pejalan, seiring dengan ilmu dan pengalaman baru yang diperoleh. Selanjutnya, orientasi kami bukan lagi sekadar destinasi; di mana ada komunitas, ke sanalah kami akan datang untuk bercengkerama dan berdiskusi. Sebab kami yakin bahwa bukan destinasi saja yang mesti dikembangkan namun juga komunitas yang menghuninya. Bersama-sama, kami ingin terus mengembangkan wacana perihal pariwisata.


  Tujuan dari terbentuknya forum ini juga ingin menjadikan tempat befdiskusi dan berbagi pengalaman antar traveller yang berbeda beda serta tips apa saja yang mempermudah traveller saat melakukan perjalan, forum ini juga bertujuan untuk memperkenalkan tempat-tempat pariwisata.

  Selain melakukan perjalanan, Anggota dari traveller kaskus juga mengadakan kegiatan seperti “Lekong Ciin” (Traveller Nongkrong Cinta Indonesia), kegiatan kongkowrutin dan terbuka untuk siapa saja; “Jakarta Historical Race”, sebuahtravelling game yang sarat konten sejarah seperti ‘The Amazing Race’.


   Harapan dari mereka terkait pariwisata Indonesia adalah agar konsep pariwisata berkelanjutan (sustainable tourism) dapat diterapkan dengan melibatkan seluruh stakeholder. Diharapkan, masyarakat luas dapat memperoleh manfaatnya. Percaya bahwa tempat pariwisata di indonesia akan semakin maju maka karena itu mereka konsisten menyebarkan informasi mengenai pariwisata Indonesia. Membuat diskusi, menjadi pembicara talkshow, dan menyelenggarakan seminar, adalah beberapa usaha mereka untuk turut serta memajukan pariwisata nusantara.

   Menurut saya ini adalah salah satu foru, yang sangat bermanfaat untuk bisa melestarikan kekayaan yang ada di indonesia dan juga lebih mempermudah traveller traveller untuk melakukan perjalan. Saya juga mengharapkan hal yang sama dengan mereka untuk memajukan pariwisata indonesia, semoga komunitas ini selalu berkembang.

Situs resmi: www.travellerkaskus.com








Kamis, 22 Oktober 2015

RANGKUMAN JURNAL  "HUBUNGAN ANTARA KEMAMPUAN SOSIALISASI DENGAN KECANDUAN JEJARING SOSIAL."

RANGKUMAN JURNAL
 "HUBUNGAN ANTARA KEMAMPUAN SOSIALISASI DENGAN KECANDUAN JEJARING SOSIAL."

Heny Nurmandia, Denok Wigati, dan Luluk Masluchah Fakultas Psikologi Universitas Darul ‘Ulum Jombang

● Sejarah perkembangan Internet merupakan modus baru dalam pendistribusian informasi dan ilmu pengetahuan. Media ini akan terus berkembang. Jaringan internet telah dibangun lebih dari 10 tahun yang lalu dengan hanya berawal 4 buah komputer mainframe yang saling dihubungkan dengan tujuan unuk berbagi data.

Pada awal tahun 80-an terdapat 213 host terdaftar. Tahun 1986, naik menjadi 2.308 host dan sekarang mencakup lebih dari 20-35 juta user. Di Indonesia sekitar 33 juta user (1997).

● Di zaman globalisasi saat ini perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) begitu cepat, apabila tidak bisa memanfaatkannya disebut orang yang ketinggalan zaman. Menurut (Main, 2008) teknologi informasi dapat diartikan sebagai teknologi yang digunakan untuk menyimpan, menghasilkan, mengolah serta menyebarkan informasi. Salah satu pemanfaatan TIK yang paling popular saat ini adalah internet.

Dengan internet, pengguna dapat mengenal dan menjelajahi dunia, walaupun terkadang lebih  dengan dunia maya. Melalui internet pengguna bisa menemukan atau mencari informasi apapun yang dibutuhkan secara cepat. Media internet tidak lagi hanya sekedar menjadi media berkomunikasi semata, tetapi juga sebagai bagian tak terpisahkan dari dunia bisnis, industri, pendidikan dan pergaulan sosial. Khusus mengenai jejaring sosial atau pertemanan melalui dunia internet, atau lebih dikenal dengan social network pertumbuhannya sangat mencengangkan.

Meluasnya jaringan internet menyebabkan internet menjadi salah satu media untuk meningkatkan produktifitas dalam bekerja, meningkatkan kemampuan, sebagai sumber pustaka tanpa batas dan bahkan menjadikan internet sebagai lahan bisnis yang menggiurkan. Jejaring sosial adalah sebutan lain terhadap web community. jejaring sosial adalah tempat untuk para netter berkolaborasi dengan netter lainnya.

• Sekitar 5-10 persen orang yang mengakses internet diyakini mengidap candu. Mayoritas adalah mereka yang ketagihan bermain game online. Mereka bisa menghabiskan waktu untuk  bermain game berjam-jam tanpa makan dan minum, bahkan cenderung mengabaikan aspek kehidupan mereka.

• Oleh karena itu Jejaring sosial memiliki dampak signifikan pada sosialisasi. terdapat manfaat yang positif dan terdapat pula manfaat yang negatif dalam perkembangan internet. Dengan setiap perkembangan baru dalam setiap masyarakat selalu ada akan beberapa pengorbanan untuk memperoleh manfaat.

• Pengguna yang mengalami kecanduan internet kerap memutus komunikasi dengan keluarga dan teman sebaya di dunia nyata. Hal pertama yang dilakukan saat setelah bangun tidur adalah hidupkan komputer dan segera online.Banyak yang menyadari, pengguna yang mengabaikan aktifitas sosial dan kegiatan waktu luangnya. Tapi tidak mampu keluar dari jeratan dunia virtual. Pengguna tidak bisa lagi mengendalikan konsumsinya akan internet.

> Situs social networking diantaranya adalah : My Space, Facebook, Windows Live Spaces, Friendster, His, Flickr, Orkut, Flixter, Multiply, Netlog dan lain sebagainya. Semenjak situs jejaring sosial banyak diminati oleh semua kalangan pengguna rela menghabiskan waktu berjam-jam hanya untuk mengunjungi situs tersebut, tanpa mengetahui alasan yang sesungguhnya.

● Berdasarkan uraian di atas, maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah ‚Apakah ada hubungan antara kemampuan sosialisasi dengan kecanduan jejaring sosial‛?.

● Internet Addiction (kecanduan internet) adalah suatu gangguan psikofisiologis yang meliputi,

▪ Tolerance (penggunaan dalam jumlah yang sama akan menimbulkan respon minimal, jumlah harus ditambah agar dapat membangkitkan kesenangan dalam jumlah yang sama),

▪ Whithdrawal symptoms (khususnya menimbulkan termor, kecemasan, dan perubahan mood)

▪ Gangguan afeksi (depresi, sulit menyesuaikan diri)

▪ Terganggunya kehidupan sosial (menurun atau hilang sama sekali, baik dari segi kualitas maupun kuantitas).

Internet Addiction diartiakan sebagai sebuah sindrom yang ditandai dengan menghabiskan dsejumlah waktu yang sangat banyak dalam menggunakan internet dan tidak mampu mengontrol penggunaanya saat online. Orang-orang yang menunjukkan sindrom ini akan merasa cemas, depresi, atau hampa saat tidak online diinternet.

Menurut profesor Barnes (1954) Jaringan sosial adalah suatu struktur sosial yang dibentuk dari simpul-simpul (umumnya adalah individu atau organisasi) yang diikat dengan satu atau lebih tipe relasi spesifik seperti nilai, visi, ide, teman, keturunan, dll. Jejaring sosial adalah struktur sosial yang terdiri dari elemen-elemen individual atau organisasi. Jejaring ini menunjukkanjalan dimana mereka berhubungan karena kesamaan sosialitas, mulai dari mereka yang dikenal sehari-hari sampai dengan keluarga.

● Kecanduan internet pertama kali ditemukan oleh seorang ahli jiwa bernama Ivan Goldberg. Jenis kecanduan internet ada tiga yaitu; bermain games yang berlebihan, kegemaran seksual dan e-mail/pesan teks (chatting). Sedangkan gejala-gejala kecanduan internet adalah sebagai berikut:

• Sering lupa waktu

Mengabaikan hal-hal yang mendasar saat mengakses internet terlalu lama. Orang yang kecanduan internet bisa tidak makan atau minum, lupa waktu sholat, belajar, sekolah atau bekerja.

• Gejala menarik diri

Seperti merasa marah, tegang, atau depresi ketika internet tidak bisa diakses. Mereka akan bete, kesal bahkan stress jika tidak bisa online karena berbagai alasan.

• Munculnya sebuah kebutuhan konstan untuk meningkatkan waktu yang dihabiskan.

Semakin lama jumlah waktu yang dibutuhkan untuk mengakses internet terus bertambah.

• Kebutuhan akan peralatan komputer yang lebih baik dan aplikasi yang lebih banyak untuk dimiliki.

Mereka akan mengganti komputer atau gadget untuk mengakses internet dengan yang lebih baik dan aplikasi terbaru pasti akan terus diburu.

• Sering berkomentar, berbohong, rendahnya prestasi, menutup diri secara sosial, dan kelelahan. Ini merupakan dampak negatif dari penggunaan Internet yang berkepanjangan.

● Dengan berkembangnya teknologi yang kian maju, dan merasuknya internet pada lapisan masyarakat. Mulai dari anak kecil, remaja hingga dewasa menggunakan fasilitas ini untuk berhubungan dengan teman ataupun mengenal teman baru, yang terkadang sulit untuk bertemu secara langsung. Namun penggunaan situs jejaring sosial ini juga mempunyai dampak yang baik dan buruk terhadap perkembangan psikologis pada anak tersebut.

• Dampak positifnya berkat situs jejaring sosial ini kita jadi lebih mudah berinteraksi dengan pengguna-pengguna lain yang memanfaatkan situs jejaring sosial ini untuk memperluas pergaulan. Pengguna dapat berhubungan dengan teman dan keluarga, dapat bertemu dan berhubungan dengan teman lama, berkenalan dengan teman dari sahabat, serta berkenalan dengan orang yang belum pernah dikenal sebelumnya. Selain itu, pengguna situs ini memiliki kesempatan untuk berkomunikasi dan berbagi pengalaman, hobi, dan minat dengan orang-orang dengan latar belakang, budaya dan negara yang berbeda, bisa juga dijadikan media promosi bisnis atau sebagainya. Keunggulan dan kemudahan itulah yang membuat banyak individu hampir tiap hari menggunakan internet untuk membuka jejaring sosial.

• Sisi negatifnya adalah kita banyak kehilangan waktu yang bermanfaat, Kebingungan antara Dunia maya dengan Dunia Nyata, Meniru kekerasan dalam game online, kegagalan akademik, menolak untuk melakukan hal yang lain, mengikuti gaya-gaya yang didapatkannya, stress jika tidak ada internet dan efek stress yang dibawa itu menimbulkan penyakit ini yaitu aktivitas otak dan tekanan darah meningkat karena terisolir dari internet. Selain itu yang tidak kalah mengejutkan yaitu dampak biologis itu sendiri yaitu mengubah alur kerja gen, menghambat respons sistem imun, tingkat hormon, dan fungsi arteri serta memengaruhi kondisi mental. Akhirnya, hal tersebut dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan seperti kanker, stroke, penyakit jantung, dan dementia (semacam gangguan jiwa).

■ Sosialisasi merupakan proses belajar yang dialami individu untuk mengenal dan menghayati norma dan nilai-nilai sosial sehingga terjadi pembentukan perilaku yang sesuai dengan masyarakatnya.

Menurut Soekanto (2008), sosialisasi adalah suatu proses anggota masyarakat mempelajari norma-norma dan nilai-nilai sosial dimana ia menjadi anggota. Buhler (dalam Widyana, 2011) sosialisasi yaitu proses yang membentuk individu melalui belajar dan penyesuaian diri, bagaimana cara hidup serta bagaimana cara berpikir kelompoknya agar ia dapat berfungsi serta berperan dalam kelompoknya.

Sosialisasi merupakan sebuah proses yang berlangsung sepanjang hidup manusia. Meskipun prosesnya berlangsung seumur hidup namun menurut Berger dan Luckmann sosialisasi dibedakan menjadi dua jenis, yaitu sosialisasi primer dan sekunder,

• Sosialisasi Primer

Sosialisasi primer adalah proses sosialisasi yang pertama dialami individu sewaktu kecil di lingkungan keluarga. Keluarga adalah media sosialisasi pertama sebelum anak mengenal dunia luar.

• Sosialisai Sekunder

Sosialisasi sekunder adalah merupakan tahap lanjutan setelah sosialisasi primer. Dalam tahap ini dikenal adanya proses desosialisasi, yaitu proses pencabutan identitas diri yang lama dan dilanjutkan resosialisasi. Resosialiasi adalah pemberian identitas baru yang didapat melalui institusi sosial.

● Kecanduan juga diklasifikasikan menurut intensitas penggunaannya. Pratarelli dkk (1999), membagi penggunaan internet ke dalam empat model. Model pertama adalah ganguan perilaku berupa pengguaan internet secara berlebihan. Model kedua adalah penggunaan internet secara fungsional, produktif, dan bermakna. Model ketiga adalah penggunaan internet untuk mendapatkan kepuasan seksual dan atau mendapat keuntungan sosial. Pada model ketiga ini biasanya orang pemalu atau introvert menggunakan internet untuk bersosialisasi atau mengekspresikan fantasinya.

● Berdasarkan kriteria yang dikembangkan oleh Young (1996,1999), diperoleh delapan kriteria kecanduan internet. Menurut Beart dan Wolf (2001), setidaknya ada enam kriteria yang harus dimiliki agar seseorang dapat diklasifikasikan sebagai pecandu internet. Kriteria kecanduan internet yang dapat diuji di dalam penelitian ini adalah :

1. Pikiran yang terpreokupasi internet

2. Waktu penggunaan internet semakin bertambah demi pemenuhan kepuasan diri

3. Pernah mencoba namun gagal untuk mengendalikan, mengurangi atau berhenti menggunakan internet

4. Tidak tenang, moody, depresif, dan mudah teriritasi

5. Aktivitas online melebihi waktu yang direncanakan

6. Mengalami masalah atau mempunyai resiko kehilangan hubungan pribadi, kehilangan pekerjaaan, kehilangan kesempatan pendidikan, dan kehilangan karir.

• Pada penelitian ini dari hasil perhitungan Mean Hipotetik variabel Kemampuan Sosialisasi didapatkan MH = 70, SD = 14, sedangkan Mean Empiris didapatkan ME = 83,523 hal ini menunjukkan bahwa ME pada kategori tinggi. Artinya Kemampuan Sosialisasi remaja yang menjadi sampel penelitian tergolong pada tingkat tinggi.

• Pada penelitian ini dari hasil perhitungan Mean Hipotetik variabel Kecanduan Jejaring Sosial didapatkan bahwa MH = 117,5 SD = 21,16, sedangkan Mean Empiris didapatkan ME = 97,308, hal ini menunjukkan bahwa ME kategori rendah. Artinya Kecanduan Jejaring Sosial remaja yang sampel penelitian termasuk dalam tingkat rendah.

Simpulan dan Saran

Dari analisis data, maka dalam penelitian ini dapat ditarik kesimpulan bahwa ada hubungan yang sangat signifikan antara kemampuan sosialisasi dengan kecanduan jejaring sosial. Sehingga remaja yang kurang bersosialisasi cenderung lebih aktif mengakses ibternet atau jejaring sosial karena itu sebagai pengalihan remaja dan dianggap sebagai hiburan bahkan rutinitas yang harus dilakukan tanpa ada yang terlewatkan. Kemampuan sosialisasi yang tinggi akan membuat remaja tidak sampai kecanduan jejaring sosial karena remaja akan lebih mementingkan sosialisasi secara nyata dari pada hanya didunia maya.

Saran saya menurut penelitian yang dilakukan adalah, sebaiknya peneliti lebih memperbanyak melakukan percobaan juga kepada anak anak yang menggunakan internet agar lebih mendapatkan hasil yang akurat.


HUBUNGAN ANTARA KEMAMPUAN SOSIALISASI DENGAN KECANDUAN JEJARING SOSIAL.

HUBUNGAN ANTARA KEMAMPUAN SOSIALISASI DENGAN KECANDUAN JEJARING SOSIAL.

Ini adalah hasil dari rangkuman dari jurnal yang saya baca.

● Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kemampuan sosialisasi dengan kecanduan jejaring sosial pada remaja di Jombang. Hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini adalah “Ada hubungan antara kemampuan sosialisasi dengan kecanduan jejaring sosial”. Sampel berjumlah 65 orang remaja berusia 16-19 tahun yang berasal dari sekolah MAN Jombang. Teknik sampling yang digunakan yaitu quota random sampling. Variabel bebas pada penelitian ini adalah Kemampuan sosialisasi, sedangkan variabel tergantungnya adalah Kecanduan Jejaring Sosial. Hipotesis yang diajukan adalah ada hubungan negatif antara kemampuan sosialisasi dengan kecanduan jejaring sosial. Metode analisis statistik yang digunakan adalah teknik korelasi product moment dengan hasil sebagai berikut : rxy = -0,402 dengan 0,001 (p < 0,01) hal menunjukkan ada korelasi negatif yang sangat signifikan antara Kemampuan Sosialasi dengan kecanduan jejaring sosial jadi hipotesis diterima. Kata kunci : Kemampuan sosialisasi, kecanduan, jejaring sosial.

● Sejarah perkembangan Internet merupakan modus baru dalam pendistribusian informasi dan ilmu pengetahuan. Media ini akan terus berkembang. Jaringan internet telah dibangun lebih dari 10 tahun yang lalu dengan hanya berawal 4 buah komputer mainframe yang saling dihubungkan dengan tujuan unuk berbagi data.

Pada awal tahun 80-an terdapat 213 host terdaftar. Tahun 1986, naik menjadi 2.308 host dan sekarang mencakup lebih dari 20-35 juta user. Di Indonesia sekitar 33 juta user (1997).

● Di zaman globalisasi saat ini perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) begitu cepat, apabila tidak bisa memanfaatkannya disebut orang yang ketinggalan zaman. Menurut (Main, 2008) teknologi informasi dapat diartikan sebagai teknologi yang digunakan untuk menyimpan, menghasilkan, mengolah serta menyebarkan informasi. Salah satu pemanfaatan TIK yang paling popular saat ini adalah internet.

Dengan internet, pengguna dapat mengenal dan menjelajahi dunia, walaupun terkadang lebih  dengan dunia maya. Melalui internet pengguna bisa menemukan atau mencari informasi apapun yang dibutuhkan secara cepat. Media internet tidak lagi hanya sekedar menjadi media berkomunikasi semata, tetapi juga sebagai bagian tak terpisahkan dari dunia bisnis, industri, pendidikan dan pergaulan sosial. Khusus mengenai jejaring sosial atau pertemanan melalui dunia internet, atau lebih dikenal dengan social network pertumbuhannya sangat mencengangkan.

Meluasnya jaringan internet menyebabkan internet menjadi salah satu media untuk meningkatkan produktifitas dalam bekerja, meningkatkan kemampuan, sebagai sumber pustaka tanpa batas dan bahkan menjadikan internet sebagai lahan bisnis yang menggiurkan. Jejaring sosial adalah sebutan lain terhadap web community. jejaring sosial adalah tempat untuk para netter berkolaborasi dengan netter lainnya.

• Sekitar 5-10 persen orang yang mengakses internet diyakini mengidap candu. Mayoritas adalah mereka yang ketagihan bermain game online. Mereka bisa menghabiskan waktu untuk  bermain game berjam-jam tanpa makan dan minum, bahkan cenderung mengabaikan aspek kehidupan mereka.

• Oleh karena itu Jejaring sosial memiliki dampak signifikan pada sosialisasi. terdapat manfaat yang positif dan terdapat pula manfaat yang negatif dalam perkembangan internet. Dengan setiap perkembangan baru dalam setiap masyarakat selalu ada akan beberapa pengorbanan untuk memperoleh manfaat.

• Pengguna yang mengalami kecanduan internet kerap memutus komunikasi dengan keluarga dan teman sebaya di dunia nyata. Hal pertama yang dilakukan saat setelah bangun tidur adalah hidupkan komputer dan segera online.Banyak yang menyadari, pengguna yang mengabaikan aktifitas sosial dan kegiatan waktu luangnya. Tapi tidak mampu keluar dari jeratan dunia virtual. Pengguna tidak bisa lagi mengendalikan konsumsinya akan internet.

> Situs social networking diantaranya adalah : My Space, Facebook, Windows Live Spaces, Friendster, His, Flickr, Orkut, Flixter, Multiply, Netlog dan lain sebagainya. Semenjak situs jejaring sosial banyak diminati oleh semua kalangan pengguna rela menghabiskan waktu berjam-jam hanya untuk mengunjungi situs tersebut, tanpa mengetahui alasan yang sesungguhnya.

● Berdasarkan uraian di atas, maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah ‚Apakah ada hubungan antara kemampuan sosialisasi dengan kecanduan jejaring sosial‛?.

● Internet Addiction (kecanduan internet) adalah suatu gangguan psikofisiologis yang meliputi,

▪ Tolerance (penggunaan dalam jumlah yang sama akan menimbulkan respon minimal, jumlah harus ditambah agar dapat membangkitkan kesenangan dalam jumlah yang sama),

▪ Whithdrawal symptoms (khususnya menimbulkan termor, kecemasan, dan perubahan mood)

▪ Gangguan afeksi (depresi, sulit menyesuaikan diri)

▪ Terganggunya kehidupan sosial (menurun atau hilang sama sekali, baik dari segi kualitas maupun kuantitas).

Internet Addiction diartiakan sebagai sebuah sindrom yang ditandai dengan menghabiskan dsejumlah waktu yang sangat banyak dalam menggunakan internet dan tidak mampu mengontrol penggunaanya saat online. Orang-orang yang menunjukkan sindrom ini akan merasa cemas, depresi, atau hampa saat tidak online diinternet.

Menurut profesor Barnes (1954) Jaringan sosial adalah suatu struktur sosial yang dibentuk dari simpul-simpul (umumnya adalah individu atau organisasi) yang diikat dengan satu atau lebih tipe relasi spesifik seperti nilai, visi, ide, teman, keturunan, dll. Jejaring sosial adalah struktur sosial yang terdiri dari elemen-elemen individual atau organisasi. Jejaring ini menunjukkanjalan dimana mereka berhubungan karena kesamaan sosialitas, mulai dari mereka yang dikenal sehari-hari sampai dengan keluarga.

● Kecanduan internet pertama kali ditemukan oleh seorang ahli jiwa bernama Ivan Goldberg. Jenis kecanduan internet ada tiga yaitu; bermain games yang berlebihan, kegemaran seksual dan e-mail/pesan teks (chatting). Sedangkan gejala-gejala kecanduan internet adalah sebagai berikut:

• Sering lupa waktu

Mengabaikan hal-hal yang mendasar saat mengakses internet terlalu lama. Orang yang kecanduan internet bisa tidak makan atau minum, lupa waktu sholat, belajar, sekolah atau bekerja.

• Gejala menarik diri

Seperti merasa marah, tegang, atau depresi ketika internet tidak bisa diakses. Mereka akan bete, kesal bahkan stress jika tidak bisa online karena berbagai alasan.

• Munculnya sebuah kebutuhan konstan untuk meningkatkan waktu yang dihabiskan.

Semakin lama jumlah waktu yang dibutuhkan untuk mengakses internet terus bertambah.

• Kebutuhan akan peralatan komputer yang lebih baik dan aplikasi yang lebih banyak untuk dimiliki.

Mereka akan mengganti komputer atau gadget untuk mengakses internet dengan yang lebih baik dan aplikasi terbaru pasti akan terus diburu.

• Sering berkomentar, berbohong, rendahnya prestasi, menutup diri secara sosial, dan kelelahan. Ini merupakan dampak negatif dari penggunaan Internet yang berkepanjangan.

● Dengan berkembangnya teknologi yang kian maju, dan merasuknya internet pada lapisan masyarakat. Mulai dari anak kecil, remaja hingga dewasa menggunakan fasilitas ini untuk berhubungan dengan teman ataupun mengenal teman baru, yang terkadang sulit untuk bertemu secara langsung. Namun penggunaan situs jejaring sosial ini juga mempunyai dampak yang baik dan buruk terhadap perkembangan psikologis pada anak tersebut.

• Dampak positifnya berkat situs jejaring sosial ini kita jadi lebih mudah berinteraksi dengan pengguna-pengguna lain yang memanfaatkan situs jejaring sosial ini untuk memperluas pergaulan. Pengguna dapat berhubungan dengan teman dan keluarga, dapat bertemu dan berhubungan dengan teman lama, berkenalan dengan teman dari sahabat, serta berkenalan dengan orang yang belum pernah dikenal sebelumnya. Selain itu, pengguna situs ini memiliki kesempatan untuk berkomunikasi dan berbagi pengalaman, hobi, dan minat dengan orang-orang dengan latar belakang, budaya dan negara yang berbeda, bisa juga dijadikan media promosi bisnis atau sebagainya. Keunggulan dan kemudahan itulah yang membuat banyak individu hampir tiap hari menggunakan internet untuk membuka jejaring sosial.

• Sisi negatifnya adalah kita banyak kehilangan waktu yang bermanfaat, Kebingungan antara Dunia maya dengan Dunia Nyata, Meniru kekerasan dalam game online, kegagalan akademik, menolak untuk melakukan hal yang lain, mengikuti gaya-gaya yang didapatkannya, stress jika tidak ada internet dan efek stress yang dibawa itu menimbulkan penyakit ini yaitu aktivitas otak dan tekanan darah meningkat karena terisolir dari internet. Selain itu yang tidak kalah mengejutkan yaitu dampak biologis itu sendiri yaitu mengubah alur kerja gen, menghambat respons sistem imun, tingkat hormon, dan fungsi arteri serta memengaruhi kondisi mental. Akhirnya, hal tersebut dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan seperti kanker, stroke, penyakit jantung, dan dementia (semacam gangguan jiwa).

■ Sosialisasi merupakan proses belajar yang dialami individu untuk mengenal dan menghayati norma dan nilai-nilai sosial sehingga terjadi pembentukan perilaku yang sesuai dengan masyarakatnya.

Menurut Soekanto (2008), sosialisasi adalah suatu proses anggota masyarakat mempelajari norma-norma dan nilai-nilai sosial dimana ia menjadi anggota. Buhler (dalam Widyana, 2011) sosialisasi yaitu proses yang membentuk individu melalui belajar dan penyesuaian diri, bagaimana cara hidup serta bagaimana cara berpikir kelompoknya agar ia dapat berfungsi serta berperan dalam kelompoknya.

Sosialisasi merupakan sebuah proses yang berlangsung sepanjang hidup manusia. Meskipun prosesnya berlangsung seumur hidup namun menurut Berger dan Luckmann sosialisasi dibedakan menjadi dua jenis, yaitu sosialisasi primer dan sekunder,

• Sosialisasi Primer

Sosialisasi primer adalah proses sosialisasi yang pertama dialami individu sewaktu kecil di lingkungan keluarga. Keluarga adalah media sosialisasi pertama sebelum anak mengenal dunia luar.

• Sosialisai Sekunder

Sosialisasi sekunder adalah merupakan tahap lanjutan setelah sosialisasi primer. Dalam tahap ini dikenal adanya proses desosialisasi, yaitu proses pencabutan identitas diri yang lama dan dilanjutkan resosialisasi. Resosialiasi adalah pemberian identitas baru yang didapat melalui institusi sosial.

● Kecanduan juga diklasifikasikan menurut intensitas penggunaannya. Pratarelli dkk (1999), membagi penggunaan internet ke dalam empat model. Model pertama adalah ganguan perilaku berupa pengguaan internet secara berlebihan. Model kedua adalah penggunaan internet secara fungsional, produktif, dan bermakna. Model ketiga adalah penggunaan internet untuk mendapatkan kepuasan seksual dan atau mendapat keuntungan sosial. Pada model ketiga ini biasanya orang pemalu atau introvert menggunakan internet untuk bersosialisasi atau mengekspresikan fantasinya.

● Berdasarkan kriteria yang dikembangkan oleh Young (1996,1999), diperoleh delapan kriteria kecanduan internet. Menurut Beart dan Wolf (2001), setidaknya ada enam kriteria yang harus dimiliki agar seseorang dapat diklasifikasikan sebagai pecandu internet. Kriteria kecanduan internet yang dapat diuji di dalam penelitian ini adalah :

1. Pikiran yang terpreokupasi internet

2. Waktu penggunaan internet semakin bertambah demi pemenuhan kepuasan diri

3. Pernah mencoba namun gagal untuk mengendalikan, mengurangi atau berhenti menggunakan internet

4. Tidak tenang, moody, depresif, dan mudah teriritasi

5. Aktivitas online melebihi waktu yang direncanakan

6. Mengalami masalah atau mempunyai resiko kehilangan hubungan pribadi, kehilangan pekerjaaan, kehilangan kesempatan pendidikan, dan kehilangan karir.

• Pada penelitian ini dari hasil perhitungan Mean Hipotetik variabel Kemampuan Sosialisasi didapatkan MH = 70, SD = 14, sedangkan Mean Empiris didapatkan ME = 83,523 hal ini menunjukkan bahwa ME pada kategori tinggi. Artinya Kemampuan Sosialisasi remaja yang menjadi sampel penelitian tergolong pada tingkat tinggi.

• Pada penelitian ini dari hasil perhitungan Mean Hipotetik variabel Kecanduan Jejaring Sosial didapatkan bahwa MH = 117,5 SD = 21,16, sedangkan Mean Empiris didapatkan ME = 97,308, hal ini menunjukkan bahwa ME kategori rendah. Artinya Kecanduan Jejaring Sosial remaja yang sampel penelitian termasuk dalam tingkat rendah.

■ Simpulan dan Saran

Dari analisis data yang diperoleh, maka dalam penelitian ini dapat ditarik kesimpulan bahwa ada hubungan dekat antara kemampuan sosialisasi dengan kecanduan jejaring sosial. Sehingga remaja yang kurang bersosialisasi semakin sering menggunakan jejaring sosial karena itu sebagai pengalihan remaja dan dianggap sebagai hiburan bahkan rutinitas yang harus dilakukan tanpa ada yang terlewatkan. Kemampuan sosialisasi yang tinggi akan membuat remaja tidak sampai kecanduan jejaring sosial karena remaja akan lebih mementingkan sosialisasi secara nyata dari pada hanya didunia maya.

Saran saya menurut penelitian yang dilakukan adalah, sebaiknya peneliti lebih memperbanyak melakukan percobaan juga kepada anak anak yang menggunakan internet agar lebih mendapatkan hasil yang akurat.


Selasa, 06 Oktober 2015

Social Media yang sering digunakan dan dampak dari internet

    



    MEDIA SOSIAL (Social Media) adalah saluran atau sarana pergaulan sosial secara online di dunia maya (internet). Para pengguna (user) media sosial berkomunikasi, berinteraksi, saling kirim pesan, dan saling berbagi (sharing), dan membangun jaringan (networking). 
-Sumber : http://www.romelteamedia.com/2014/04/media-sosial-pengertian-karakteristik.html?m=1


  Saya lebih sering mengakses internet atau media sosial Via Mobile, karena lebih mudah.

>Sosial media yang sering saya gunakan adalah :
- Line
  Saya menggunakan line agar lebih mudah berkomunikasi dengan orang lain.
- Instagram
  Saya menggunakan instagram untuk melihat gambar-gambar yang di post oleh teman-teman saya
-Twitter
  Saya menggunakan twitter untuk mencari informasi di sekitar saya.
-Google
  Google sangat membantu saya untuk mencari informasi yg saya butuhkan.

>Dampak dari internet menurut saya,
   Lebih cenderung berdampak positif, karena menurut saya internet sangat mempermudah kita dalam berkomunikasi dan dalam mencari informasi-informasi yang kita butuhkan.




Nama  : Novita Dwi Ningrum
NPM   : 18514082
Kelas  : 2PA22
Tugas : Psikologi dan Teknologi Internet

Pemanfaatan Internet Pertama Kali



   Internet (kependekan dari interconnection-networking) adalah seluruh jaringan komputer yang saling terhubung menggunakan standar sistem global  transmission control Protocol/ Internet Protocol.  Suite(TCP/IP) sebagai protokol pertukaran paket (packet switching communication protocol) untuk melayani miliaran pengguna di seluruh dunia. 
Sumber : https://id.m.wikipedia.org/wiki/Internet

    Pemanfaatan internel pertama kali untuk saya adalah saya menggunakan Internet, saat saya SD dalam pelajaran komputer. Saya di ajarkan menggunakan Internet Explore untuk mencari tentang cara penggunaan dan cara penyimpanan data menggunakan Disket.
    Dari situlah saya tahu bawa internet dapat mencari informasi apapun yang kita butuhkan secar lebih cepat.




Nama  : Novita Dwi Ningrum
NPM   : 18514082
Kelas   : 2PA22
Tugas  : Psikologi dan Teknologi Internet

Selasa, 28 April 2015

ATM PORTABLE

Fungsi : Mempermudah dalam pengambilan uang atau transaksi.

Cara membuat : Sebuah dompet luar biasa yang dilengkapi chip yang tersambung dengan yang tersambung dengan Bank lewat jaringan wifi. dan dilengkapi dengan sensor mata sebagai penditect pengguna.

Cara kerja : Jika dompet tersebut telah terkoneksi/tersambung dengan Bank/ATM terdekat, dompet akan berbunyi sebagai pemberitahuan. lalu tinggal memvalidasi untuk mengambil sensor mata, agar dapat mengakses rekening , lalu tinggal berkata apa yg kita perlukan, alat harus ada teknologi memindahkan barang dengan cepat.

Selasa, 14 April 2015

PANDANGAN TENTANG PROSES PEMBELAJARAN YANG KREATIV

BELAJAR YANG KREATIV ITU.......

   Proses belajar mengajar yang kreativ menurut saya dan teman-teman saya adalah yang mengedepankan muridnya untuk mengembangkan sendiri suatu materi terutama materi seperti menggambar, bermusik, dll sehingga pola pikir kreativnya bisa terasah dan berkembang dengan wawasan yang mereka miliki dari luar proses pembelajaran di lingkup sekolah atau universitas.
     Proses belajar yang kreativ juga mengedepankan lingkungan dan tempat dimana mereka belajar, baiknya ketika kita memulai proses belajar yang kreativ kita menempatkan lingkungan belajarnya diluar kelas sehingga murid bisa lebih meng-eksplore hal-hal yang lebih luas lagi karena mereka berada di lingkungan yang asri, luas, serta lebih kompleks.
    Belajar kreativ juga berpengaruh terhadap tenaga pengajarnya, dalam proses mengajar kreativ baiknya dalam proses belajar guru tidak kaki dan monoton dalam pemberian materi agar murid tidak gampang merasa bosan dan agar murid lebih antusias dalam memperdalam materi yang diberikan, bisa juga dengan menonton film atau video yang edukatif sehingga anak dapat melihat, tidak selalu dengan membaca. Proses pembelajaran juga bisa diselingi dengan adanya games tetapi yg berhubungam dengan pelajaran tersebut untuk merangsang kerja otot motorok agar terbiasa belerjasama dengan orang lain.
       

Selasa, 10 Maret 2015

Pendekatan 4P dalam pengembangan kreativitas

Pribadi (person)
Saya ingin merapikan barang-barang yang ada di atas lemari saya yang sedikit berantakan

Press (pendorong)
Faktor yang mendorong saya melakukan hal ini adalah supaya lebih terlihat rapih dari sebelumnya

Process (proses)
Proses yang saya butuhkan untuk merealisasikan pemikiran saya adalah dengan menggunakan barang-barang yang bisa saya pakai untuk menaruh barang-barang di dalam satu tempat agar terlihat rapih.

Produk (product)
Product yang di hasilkan adalah dengan menggunakan kotak sepatu yang masih bagus lalu dibersihkan, maka itu bisa dipakai untuk meletakan barang-barang yang sedikit berserakan di dalam satu tempat.

Pengembangan Kreativitas dan Keberbakatan

Pengembangan Kreativitas dan Keberbakatan


Soal
  1. Anak laki-laki menunjukan kreativitas yang lebih besar daripada anak perempuan, terutama setelah berlalunya masa kanak-kanak?
  2. Anak dari kelompok ekonomi sosial yang bisa lebih tinggi cenderung lebih kreatif daripada anak yang berasal dari sosial ekonomi yang rendah?
  3. Anak dari berbagai dari urutan kelahiran menunjukkan tingkat kreativitas yang berbeda?
Jawaban
  1. Anak laki-laki menunjukan kreativitas yang lebih besar daripada anak perempuan. Teruama setelah berlalunya masa kanak-kanak. Hal ini disebabkan karena banyaknya faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan kreativitasnya. Misalnya, anak laki-laki lebih ditekankan menjadi lebih mandiri dan mempunyai jiwa kepemimpinan daripada anak perempuan. Selain itu juga anak laki-laki cenderung mencari hal-hal baru dari lingkungan sekitarnya sehingga ia terkadang dapat mengembangkan hal-hal yang baru saja didapatkannya.
  2. Anak yang berasal dari kelompok sosial ekonomi tinggi lebih kreatif karena mereka lebih banyak mendapatkan faktor-faktor yang mendukung ide-ide mereka. Ruang lingkup anak dari sosial ekonomi tinggi lebih luas sehingga kreativitas-kreativitas untuk memecahkan masalah juga lebih berkembang. Sedangkan anak dari sosial ekonomi yang rendah cenderung lebih kreatif memecahkan masalah mereka sendiri karena keadaan yang mendesak.
  3. Anak sulung biasanya lebih merasakan tertekan karena merasa mempunyai tanggung jawab yang jauh lebih besar sehingga ia bisa menjadi lebih dewasa. Anak tengah biasanya lebih mandiri karena ia lebih bisa bersosialisasi dengan lingkungan luar dibandingkan dengan anak sulung. Sedangkan anak bungsu biasanya jauh lebih memiliki keinginan untuk diperhatikan dan ketergantungan dengan orang lain sehingga ia tidak sekreatif anak tengah.

Senin, 08 Desember 2014

KEBUDAYAAN SUKU TENGGER

 Suku Tengger




Suku Tengger adalah Suku pegunungan yang mendiami wilayah pegunungan semeru dan Bromo di Profinsi Jawa Timur, yakni ; Kabupaten Pasuruan, Probolinggo, Malang dan Lumajang, karena daerah-daerah inilah wilayah pegunungan Bromo dan semeru. Suku ini sudah sejak lama mendiami sekitar lereng pegunungan Bromo dan semeru.

l Makna Tengger
Ada banyak makna yang dikandung dari kata Tengger. Secara etimologis, Tengger berarti berdiri tegak, diam tanpa bergerak (Jawa). Bila dihubungkan adat dan kepercayaan, arti Tengger adalah tengering budi luhur.
Artinya tanda bahwa warganya memiliki budi luhur. Makna lainnya adalah: daerah pegunungan. Tengger memang berada pada lereng pegunungan Tengger dan Semeru. Ada pula pengaitan Tengger dengan mitos masyarakat tentang suami istri cikal bakal penghuni wilayah Tengger, yakni Rara Anteng dan Joko Seger.
Warga Tengger pada umumnya bermata pencaharian sebagai petani sayuran. Kesuburan lahan di lereng-lereng perbukitan dengan kemiringan yang terjal ini tidak terlepas dari kondisi pegunungan Tengger yang berada di antara dua gunung yang masih aktif, Gunung Bromo dan Gunung Semeru. Pertanian yang mereka hasilkan dijual keluar desanya dengan bantuan pengepul yang yang datang dari Probolinggo, Pasuruan bahkan dari Surabaya datang untuk membeli hasil pertanian dari peggunungan tengger. Selain bertani, ada sebagian masyarakat Tengger yang berprofesi menjadi pemandu wisatawan di Bromo. Salah satu cara yang digunakan adalah dengan menawarkan kuda yang mereka miliki untuk disewakan kepada wisatawan.
Ø Sejarah Suku tengger
Alkisah, zaman dahulu, ada seorang putri Raja Brawijaya dengan Permaisuri Kerajaan Majapahit. Namanya Rara Anteng. Karena situasi kerajaan memburuk, Rara Anteng mencari tempat hidup yang lebih aman dan pergi ke Pegunungan Tengger.
Di Desa Krajan, ia singgah satu windu, kemudian melanjutkan perjalanan ke Pananjakan. Ia menetap di Pananjakan dan mulai bercocok tanam. Rara Anteng kemudian diangkat anak oleh Resi Dadap, seorang pendeta yang bermukim di Pegunungan Bromo.
Sementara itu, Kediri juga kacau sebagai akibat situasi politik di Majapahit. Joko Seger, putra seorang brahmana, mengasingkan diri ke Desa Kedawung sambil mencari pamannya yang tinggal di dekat Gunung Bromo.
Di desa ini, Joko Seger mendapatkan informasi adanya orang-orang Majapahit yang menetap di Pananjakan. Joko Seger pun melanjutkan perjalanannya sampai Pananjakan. Joko Seger tersesat dan bertemu Rara Anteng yang segera mengajaknya ke kediamannya. Sesampai di kediamannya, Rara Anteng dituduh telah berbuat serong dengan Joko Seger oleh para pinisepuhnya. Joko Seger membela Rara Anteng dan menyatakan hal itu tidak benar, kemudian melamar gadis itu. Lamaran diterima. Resi Dadap Putih mengesahkan perkawinan mereka.
Sewindu sudah perkawinan itu namun tak juga mereka dikaruniai anak. Mereka bertapa 6 tahun dan setiap tahun berganti arah. Sang Hyang Widi Wasa menanggapi semedi mereka. Dari puncak Gunung Bromo keluar semburan cahaya yang kemudian menyusup ke dalam jiwa Rara Anteng dan Joko Seger. Ada pawisik mereka akan dikaruniai anak, namun anak terakhir harus dikorbankan di kawah Gunung Bromo. Pasangan ini dikarunia 25 anak sesuai permohonan mereka, karena wilayah Tengger penduduknya sangat sedikit. Putra terakhir bernama R Kusuma. Bertahun-tahun kemudian Gunung Bromo mengeluarkan semburan api sebagai tanda janji harus ditepati. Suami istri itu tak rela mengorbankan anak bungsu mereka. R Kusuma kemudian disembunyikan di sekitar Desa Ngadas. Namun semburan api itu sampai juga di Ngadas. R Kusuma lantas pergi ke kawah Gunung Bromo.
Dari kawah terdengar suara R Kusuma supaya saudara-saudaranya hidup rukun. Ia rela berkorban sebagai wakil saudara-saudaranya dan masyarakat setempat. Ia berpesan, setiap tanggal 14 Kesada, minta upeti hasil bumi. Cerita lain menunjukkan saudara-saudara R Kusuma menjadi penjaga tempat-tempat lain. Kini banyak wisatawan yang datang ke Bromo pada saat upacara berlangsung. Upacara itu terkenal dengan nama Kesada. Pada upacara Kesada, salah satu bagiannya adalah, dukun selalu meriwayatkan kisah Joko Seger – Rara Anteng.
Ø Upacara Adat Suku Tengger



Gambar 1. Upacara Adat Suku Tengger


Suku Tengger kaya akan kepercayaan dan upacara adat, diantaranya ialah:
·  Upacara Adat Karo : Dilakukan pada bulan Puso, yang merupakan hari raya   terbesar masyarakat Tengger, tujuan penyelenggaraan upacara karo adalah Mengadakan pemujaan terhadap Sang Hyang Widi Wasa dan menghormati leluhurnya, memperingati asal usul manusia, untuk kembali pada kesucian.
·  Upacara Pujan Kapat : Jatuh pada bulan keempat menurut tahun saka, bertujuan untuk memohon berkah keselamatan serta selamat kiblat, yaitu pemujaan terhadap arah mata angin.
·  Upacara Pujan Kawolu : Jatuh pada bulan kedelapan tahun saka. Masyarakat mengirimkan sesaji ke kepala desa, dengan tujuan untuk keselamatan bumi, air, api, angin, matahari, bulan dan bintang.
·  Upacara Pujan Kasanga : Jatuh pada bulan sembilan tahun saka. Masyarakat berkeliling desa dengan membunyikan kentongan dengan membawa obor. Tujuan upacara ini adalah memohon kepada Sang Hyang Widi Wasa untuk keselamatan Masyarakat Tengger.
·  Upacara Pujan Kasada : Upacara ini disebut juga sebagai Hari Raya Kurban. Biasanya lima hari sebelum upacara Yadnya Kasada.
·  Upacara Bari’an : Upacara ini dilakukan setelah terjadi bencana alam, dilaksanakan 5-7 hari setelah bencana itu terjadi. Upacara Bari’an juga dilaksanakan sebagai wujud ungkapan syukur kepada Sang Hyang Widi.
·  Upacara Unan-unan : Diadakan hanya setiap lima tahun sekali. Tujuannya untuk melalukakan penghormatan terhadap Roh Leluhur. Dalam upacara ini selalu diadakan penyembelihan binatang ternak yaitu Kerbau. Kepala Kerbau dan kulitnya diletakkan diatas ancak besar yang terbuat dari bambu, diarak ke sanggar pamujan.
·  Upacara Entas-entas : Dimaksudkan untuk menyucikan arwah (roh) orang yang telah meninggal dunia supaya orang tersebut masuk surga, dilakukan pada hari ke 1000 setelah orang tersebut meninggal.
Ø Adat Istiadat pada Suku Tengger
1. Tata Cara Bertamu
Masyarakat tengger pada umumnya, apabila bertamu mereka tidak berada diruang tamu pada umumnya melainkan di dapur.hal ini disebabkan oleh dinginnya suhu udara yang sangat menyengat. Sehingga, mereka cenderung berada didekat perapian yang letaknya di dapur untuk menghangatkan badan. Dan suguhan khasnya adalah Jagung Bakar.dan kebiasaan ini telah ada sejak zaman dahulu hingga melekat sampai saat ini.

2. Organisasi Masyarakat Suku Tengger
Meskipun masyarakat suku tengger dikenal sebagai suku yang kental akan tradisi, masyarakat suku tengger juga tergabung dalam suatu organisasi sebagai alat komunikasi bagi mereka. Para pemuda – pemudinya sudah tergabung dalam organisasi seperti: Karang Taruna, kesenian dll. Orang tuapun demikian, misalnya seperti PKK.
Ada pula organisasi keagamaan contohnya tiga organisasi yang akan melaksanakan kegiatan secara bersamaan, yaitu Majelis Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) melaksanakan Mahasabah (Sidang Besar) ke IX. Pada saat yang sama juga dilaksanakan Musyawarah Nasional Wanita Hindu Dharma yang ke III dan perhimpunan Pemuda Hindu Indonesia (Prada). Diungkapnya, tujuan dari mahasabah adalah pergantian pengurus, merumuskan program kerja lima tahun kedepan, dan membuat rekomendasi – rekomendasi yang diperlukan oleh sebuah organiasasi.
3. Bahasa
Masyarakat suku tengger merupakan keturunan dari Roro anteng dan Joko seger. Roro Anteng yang masih keturunan bangsawan majapahit dan menganut agama Hindu-Budha majapahit. Saat majapahit mulai menurun kekuasaannya dan daerah Jawa sudah mulai dikuasai oleh Islam Roro Anteng melarikan diri menuju daerah Tengger hingga ia menikah dengan Joko Seger. Rara Anteng sebagai keturunan bangsawan majapahit ia menggunakan bahasa Jawa (kuno) atau biasa disebut bahasa jawa majapahit sebagai alat komunikasi. Hingga saat ini bahasa tersebut tidak pernah punah karena selalu digunakan sebagai bahasa komunikasi sehari-hari. Contoh bahasa kuno “sira kate nyang endhi?” artinya: anda akan kemana?

4. Pakaian khas
Salah satu kekhususan masyarakat Suku Tengger dalam berpakaian adalah menggunakan sarung dan memakai udheng. Udheng atau ikat kepala biasanya hanya dipakai oleh kaum pria dan pada hari-hari besar seperti Kasada, Karo, Unan-unan, Tirto Aji, dan Entas-entas atau pada saat ibadat di vihara atau di pura. Sedangkan sarung merupakan pakaian sehari-hari yang digunakan oleh pria wanita baik tua maupun muda.
Pemakaian sarung oleh kaum pria dan wanita berbeda sekali. Kaum pria memakai dengan cara dibuka dan dimasukkan lewat atas kepala lalu diselempangkan di badan. Bukan dibebedkan atau disarungkan mulai dari perut hingga mata kaki seperti layaknya kaum pria tempat lain jika memakai sarung. Tujuan semula pemakaian sarung adalah untuk melindungi tubuh dari dinginnya cuaca dan teriknya matahari saat bekerja di ladang. Sarung kaum pria paling disuka adalah warna hijau, merah, biru, dan ungu.
Pemakaian sarung oleh kaum wanita dengan cara menyatukan atau mengikatkan salah satu ujung bawah dan ujung atas sarung lalu dikalungkan di leher sehingga terjuntai ke belakang. Tujuannya selain untuk melindungi badan dari terik dan dinginnya cuaca juga untuk melindungi bayi yang di gendong di punggung, bukan pinggang.
Sarung kaum wanita lebih cenderung dengan motif batik Pekalongan dan Madura dengan warna-warna pucat, sekalipun kadang memakai motif dan warna seperti kaum pria.



                                      
Gambar 2. Pakaian Khas Suku Tengger

5. Makanan khas
Aneka jenis makanan khas tengger, seperti Aron (nasi jagung), sate kepel, urap – urap dan wilus. Makanan khas malam hari biasanya lebih enak dimakan pada malam hari karena cuaca yang sangat dingin.minuman pelengkapnya adalah kopi atau anggur yang memiliki kadar alcohol yang sangat rendah.
6. Kepercayaan Masyarakat Tengger
Menurut kosmologi konsep kepercayaan Masyarakat suku tengger gunung bromo berbentuk tengah atau pelabuhan untuk sistim kepercayaan rakyat. Pada zaman dahulu semua bangunan dan sanggar tengger dibangun menghadap gunung bromo. Dukun akan melakukan selamatan menghadap gununga bromo. Walaupun saat ini orang yang meninggal dunia dikuburkan menghadap selatan, berbeda dari pada orang yang lain jawa. Selanjutnya dukun melakukan selamtan menghadap gunung bromo atau keselatan. Semua hal di atas bisa dijelaskan oleh kosmologi tengger pada zaman dahulu. Orang tengger percaya bahwa dengan daerahnya mereka mendapat nama dari legenda kasada yang diceritakan di atas. Dua peran dalam legenda tersebut dianggap cikal bakal orang Tengger, Yaitu ‘Rara Ateng’ dan ‘Joko Seger’. Nama Tengger dari keduanya disebut ‘teng’ dari ‘Rara Ateng’ dan ‘ger’ dari ‘Joko Seger’.kata tengger menjadi istilah untuk ‘orang gunung’ dalam bahasa Jawa Kuno. Pada waktu agama Hindu-Budha menguasai pulau Jawa terutama kerjaan Majapahit, daerah Tengger dianggap sebagai tempat sacral. Daerahnya digunakan untuk tempat semedi dan selamatan terhadap ‘Dewa Api’ yaitu ‘Dewa Brama’. Gunung Bromo juga dapat namanya dari ‘Dewa Brama’. Tidak hanya Gunung Bromo yang berhubungan dengan kepercayaan Hindu-Budha dari India di daerah Tengger. Kedua Laut Pasir bersama Gunung Mahameru berhubungan dengan kepercayaan Hindu. Dalam wejangan Jawa Kuno yang bernama ‘Prastha Nikaparwa’ ada laut pasir si saerah gunung-gunung Himalaya yang harus dilewati oleh para Pandusa, juga ada di Gunung Meru. Maka si9mbolisme di gunung ini memang kuat. Gunung mahameru mendapat nama dari ‘Gunung Meru’. Dalam keprcayaan orang Hindu menganggap ‘Gunung Meru’ sebagai rumah para dewa hubungannya diantara manusia (bumi) dan Kayangan. Pada waktu itu Agama Islam menguasai Pulau Jawa, dan kerajaan majapahit turun pada abad 16. Kebanyakan orang Hindu-Budha di Jawa melarikan diri sampai pulau Bali. Betapapun orang yang tidak bisa berjalan ke Bali pindah ke daerah bergunung-gunung Tengger. Orang Tengger sampai saat ini masih beragama Hindu dan mereka memegang teguh agamanya meskipun banyak sekali pendatang dari luar daerah Tengger, bahkan dari manca Negara sekalipun yang datang untuk menikmati keindahan panoramanya, atau menetap di daerah tersebut untuk menjadi penduduk dan bertempat tinggal disana.
Ø Mata Pencaharian Masyarakat Suku Tengger
Pada masa kini masyarakat Tengger umumnya hidup sebagai petani di ladang. Prinsip mereka adalah tidak mau menjual tanah (ladang) mereka pada orang lain. Macam hasil pertaniannya adalah kentang, kubis, wortel, tembakau, dan jagung. Jagung adalah makanan pokok suku Tengger. Selain bertani, ada sebagian masyarakat Tengger yang berprofesi menjadi pemandu wisatawan di Bromo. Salah satu cara yang digunakan adalah dengan menawarkan kuda yang mereka miliki untuk disewakan kepada wisatawan.

Ø Aspek Pendidikan Masyarakat Suku Tengger
Dalam aspek pendidikan, pada masyarakat tengger sudah telihat semakin maju dengan dibangunnya sekolah-sekolah. Kepedulian masyarakat dalam aspek pendidikan juga sudah mulai terlihat Di desa Ngadisari. Di desa ini, masyarakat dilarang menikah sebelum lulus SMA. Sehingga masyarakat dituntut untuk lulus SMA terlebih dahulu sebelum ia menikah. Bagi masyarkat yang sudah putus sekolah maupun yang belum pernah mengeyam pendidikan, mereka di beri kesmpatan untuk mengikuti pendidikan gratis di desa tersebut.  Aturan ini di buat oleh kepala desa yang statusnya memang seorang sarjana sehingga ia lebih peduli terhadap pendidikan pada masyarakat di desa tersebut. Dan hal ini menjadi factor pendorong tersendiri yang dapat berpengaruh terhadap perubahan social pada masyarakat tengger dalam aspek pendidikan.

SUMBER :
Ø http://bladeevolution.blogspot.com/2011/12/mengenal-lebih-dalam-suku-tengger.html
Ø http://sosbud.kompasiana.com/2014/04/17/sarung-pakaian-khas-suku-tengger-647583.html