Kamis, 06 April 2017

MITOLOGI DEWI PSYCHE

MITOLOGI DEWI PSYCHE

            Dunia” kita dinamakan psikologi sebagai penghormatan pada tokoh mitologi Yunani, Pysche, yang berarti jiwa dalam bahasa yunani dan latin. Psyche adalah puteri bungsu dari soerang maharaja. Kecantikannya sungguh luar biasa dan membuat banyak manusia dari seluruh penjuru dunia rela menempuh perjalanan yang sangat jauh hanya untuk melihat kecantikannya. Venus yang menjadi dewi kecantikan merasa iri terhadap Psyche karena semua manusia melalaikan pemujaan terhadap Venus. Venus kemudian meminta anaknya, Cupid yang bergelar dewa cinta untuk membuat Psyche jatuh cinta padanya.

            Cupid kemudian merekayasa orang tua Psyche untuk meninggalkan anaknya di sebuah bukit dimana dia akan menikah dengan seekor monster ular. Psyche pun pasrah menerima nasibnya dengan menikah dengan seekor ular. Sementara itu, Cupid yang terpana melihat kecantikan Psyche tanpa sengaja tergores anak pananhnya sendiri. Anak panah Cupid mengandung cairan racun sehingga siapapun yang terkena anak panahnya akan jatuh cinta. Cupid jatuh cinta pada Psyche. Karena Psyche bukan seorang dewi maka Cupid tidak memberi kesempatan Psyche untuk mengetahui jati diri Cupid atau melihat rupanya. Cupid hanya mendatangi Psyche ketika malam dan meminta Psyche untuk bersumpah untuk tak melihat wajahnya. 

            Saudari Psyche yang iri melihat keadaan Psyche berusaha untuk mengancurkan kebahagiannya. Mereka menghasut Psyche dengan menyatakan bila suaminya sangat merahasiakan identitas dirinya maka ada yang salah dengan suaminya. Akhirmya Psyche tak mampu menanggung rasa penasarannya tentang jati diri suaminya. Suatu malam ketika Cupid tertidur maka Psyche mengendap-endap membawa lampu teplok untuk melihat Cupid. Betapa terkejutnya Psyce melihat seorang yang tampan yang setampan-tampannya hingga kata tampan pun tak mampu mewakili ketampanannya. Tangan Psyche mulai bergetar da lampu templok yang dipegangnya jatuh dan membakar tubuh Cupid yang adalah suaminya. 

            Dalam derita batin karena melanggar sumpah, melukai Cupid, dan Kehilangan Cupid, Psyche bersumpah akan membuktikan pada Cupid how much she loves him dengan menghabiskan sisa hidupya untuk mencari Cupid. Dia meminta pertolongan pada semua dewa dan pada akhirnya, dalam keputusasaan ia memohon pada dewa Venus.

            Cupid meminta ibunya, Venus untuk mengobati lukanya. Ketika Venus mendengar Cupid menikahi Psyche dan Psyche menghianati sumpahnya maka Venus menghukum Psyche. Venus mengatakan jika ingin mendapat ampuan maka Psyche harus menunaikan beberapa tugas. Tugas-tugas tersebut mustahil untuk ditunaikan namun Psyche berharap dalam usahanya memenuhi tugs ia akan berjumpa kembali dengan cintanya yang hilang. Dalam ujian pertama Venus mencampur biji-bijian, tepung dan jewawut dalam satu ember dan memberi Psyche waktu sampai tengah malam. Sekelompok semut yang terharu melihat air mata keputusasaannya membantu Psyche. Venus sangat marah melihat kejadian itu. 

            Venus kemudian memberi tugas yang lebih mustahil, yaitu mencari bulu berwarna emas dari domba putih yang galak dan mengambil air hitam dari jernihnya sungai Styx. Dengan bantuan pihak ketiga Psyche mampu menunaikannya. Cupid yang telah sembuh dari luka fisiknya ingin membalut luka batinnya akibat kerinduan pada Psyche dengan menemui Psyche dan meyakinkannya bahwa pencariannya telah berakhir. Cupid ingin balikan dengan Psyche sehingga ia meminta Jupiter, Dewa dari segala dewa, untuk mengangkat pangkat Psyche menjadi dewi.

            Keingintahuan Psyche dan pencariannya terhadap pengetahuan (tentang jati diri dan rupa Venus) dan cinta merupakan symbol semangat keingintahuan kita terhadap manusia dan kemanusiaan. Kisah Psyche merupakan contoh dari pelbagai fenomena yang ingin kita pelajari: rasa ingin tahu, kedengkian, altruisme, ketabahan dan tentu saja, Cinta.

Di atas segalanya kisah tersebut adalah symbol bahwa apa yang ingin kita pahami mungkin tidak akan sepenuhnya tertangkap namun ada satu hal yang tidak dapat dirampas dari diri kita: the human spirit. Sesukar apapun Psyche tetap bertahan dalam pencariannya terhadap hal yang akan melengkapkan jiwanya.

Selasa, 17 Januari 2017

Kepemimpinan

Kepemimpinan

Pengertian :

  • Menurut Katz dan Kahn (dalam Watkin, 1992) berbagai definisi kepemimpinan pada dasarnya dapat diklasifikasikan menjadi tiga kelompok besar yakni “sebagai atribut atau kelengkapan dari suatu kedudukan, sebagai karakteristik seseorang, dan sebagai kategori perilaku”. 

Pengertian kepemimpinan sebagai atribut atau kelengkapan suatu kedudukan, diantaranya dikemukakan oleh Janda (dalam Yukl, 1989) sebagai berikut. 

  • “Leadership is a particular type of power relationship characterized by a group member’s perception that another group member has the right to prescribe behavior patterns for the former regarding his activity as a group member”. (Kepemimpinan adalah jenis khusus hubungan kekuasaan yang ditentukan oleh anggapan para anggota kelompok bahwa seorang dari anggota kelompok itu memiliki kekuasaan untuk menentukan pola perilaku terkait dengan aktivitasnya sebagai anggota kelompok, pen.). 
Peran pemimpin :
Nawawi (2003:46-57) menjabarkan beberapa fungsi pemimpin sebagai berikut: 
  1. Fungsi Pengambil Keputusan Suatu organisasi akan berjalan dinamis jika pemimpin mempunyai kemampuan untuk mengambil keputusan yang nantinya akan dilaksanakan bawahannya. Fungsi ini sangat penting peranannya karena tanpa mampu dan berani mengambil keputusan, pemimpin tidak akan dapat menggerakan anggotanya. Keberanian mengambil keputusan menunjukan bahwa pemimpin mengetahui cara mencapai tujuan organisasi yang nantinya akan bermanfaat bagi semua anggota organisasi. Kepemimpinan, seorang pemimpin perlu mengikutsertakan anggota organisasi, sesuai posisi dan tujuannya masing-masing.
  2. Fungsi Instruktif Salah satu wewenang/kekuasaan yang dimiliki pemimpin adalah memerintahkan anggotanya untuk melakukan atau tidak melakukan sesuatu dalam melaksanakan tugas dan tanggungjawabnya sebagai anggota organisasi. Fungsi ini tidak harus dilaksanakan secara otoriter, artinya pemimpin tidak perlu bertindak sebagai penguasa yang tidak boleh dibantah instruksinya dalam pelaksanaan keputusan atau dalam kegiatan lain.Dalam setiap perintah, pemimpin harus memberikan penjelasan dengan menggunakan bahasa yang sesuai dengan tingkat kemampuan dan kematangan anggota yang di perintah. Bahkan jika perlu harus dijelaskan tentang akibat yang akan terjadi jika instruksi tidak dikerjakan dengan benar. Dengan demikian diharapkan perintah akan dilaksanakan dengan lebih hatihati dan teliti. 
  3. Fungsi Konsulatif Setiap pemimpin dinilai sebagai seseorang yang memiliki kelebihan dibanding dengan anggota organisasi yang lain. Berdasarkan penilaian tersebut, pemimpin harus siap dan bersedia memberikan kesempatan kepada anggota organisasi untuk berkonsultasi. Konsultasi tersebut berguna untuk mengatasi dan menyelesaikan masalah-masalah, baik yang berhubungan dengan pekerjaan maupun masalah pribadi. Selain itu anggota organisasi juga diberi kesempatan menyampaikan saran, kritik, dan informasi yang berhubungan dengan pekerjaan dan organisasi.
  4. Fungsi Partisipatif Partisipasi yang dilakukan oleh pemimpin kepada karyawan dapat dilaksanakan dengan dua cara. Partisipasi yang pertama dengan mengikutsertakan anggota organisasi sesuai posisi dan kewenangannya dalam berbagai kegiatan yang relevan. Sedangkan partisipasi yang kedua adalah kesediaan pemimpin untuk berpartisipasi dalam membantu anggota organisasi menyelesaikan masalah yang dihadapi. 
  5. Fungsi Delegatif Seorang pemimpin harus mampu membagi pekerjaan dan melimpahkan wewenang dan tanggung jawab pelaksanaannya, termasuk juga dalam mengambil keputusan sesuai batas kekuasaan dan tanggung jawab yang telah dilimpahkan itu. Mereka harus mampu mendayagunakan orang lain agar bekerja untuk diri dan organisasinya.
Teori X dan Y 
Douglas McGregor (Robbins da Judge, 1990 : 225) mengemukakan dua persepsi nyata mengenai manusia:
  • persepsi pertama pada dasarnya negatif, disebut Teori X (Theory X), dan yang kedua pada dasarnya positif, disebut Teori Y (Theory Y). Setelah mengkaji cara para supervisor berhubungan dengan para karyawan, McGregor menyimpulkan bahwa persepsi supervisor mengenai sifat manusia didasarkan atas beberapa kelompok asumsi tertentu dan bahwa mereka cenderung membentuk perilaku mereka terhadap karyawan berdasarkan asumsi-asumsi tersebut. 
Menurut Teori X, empat asumsi yang dimiliki oleh supervisor adalah: 
  1. Karyawan pada dasarnya tidak menyukai pekerjaan dan, sebisa mungkin, berusaha untuk menghindarinya. 
  2. Karena karyawan tidak menyukai pekerjaan, mereka harus dipaksa, dikendalikan atau ddiancam dengan hukuman untuk mencapai tujuan-tujuan. 
  3. Karyawan akan menghindari tanggungjawab dan mencari perintah formal bila mungkin. 
  4. Sebagian karyawan menempatkan keamanan di atas semua faktor lain terkait pekerjaan dan menunjukkan sedikit ambisi. 
Bertentangan dengan persepsi-persepsi negatif mengenai sifat-sifat manusia dalam Teori X, McGregor menyebutkan empat asumsi positif yang disebutnya sebagai Teori Y: 
  1. Karyawan menganggap kerja sebagai hal yang menyenangkan, seperti halnya istirahat atau bermain. 
  2. Karyawan akan berlatih mengendalikan diri dan emosi untuk mencapai berbagai tujuan. 
  3. Karyawan bersedia belajar untuk menerima, bahkan mencari, tanggungjawab. 
  4. Karyawan mampu membuat berbagai keputusan inovatif yang diedarkan ke seluruh populasi, dan bukan hanya bagi mereka yang menduduki posisi manajemen. 
Hubungan kerangka dasar yang dibuat oleh Maslow dengan teori X dan Y adalah Teori X berasumsi bahwa kebutuhan-kebutuhan tingkat yang lebih rendah mendominasi individu. Teori Y berasumsi bahwa kebutuhan-kebutuhan tingkat yang lebih tinggi mendominasi individu. McGregor sendiri yakin bahwa asumsi-asumsi Teori Y lebih valid daripada Teori X. Oleh karena itu, dia mengemukakan berbagai ide seperti pembuatan keputusan partisipatif, pekerjaan yang menantang, serta hubungan kelompok yang baik sebagai pendekatan yang akan memaksimalkan motivasi pekerjaan seorang karyawan. 





sumber
Yukl, Gary A. (1989). Leadership in Organizations. 2nd Ed.New Jersey: Prentice-Hall International, Inc. 
Watkins, Peter. (1002). A Critical Review of Leadership Concpets and Research: The Implication for Educational
         Administration. Geelong: Deakin University Press.
Nawawi, Hadari. 2003. Kepemimpinan Mengefektifkan Organisasi. Yogyakarta: Gajah Mada University Press. 
Robbins, S.P and Tomoty A. Judge, 1996. Organizational Behaviour. Seventh Edition Prentice Hall Inc. New Jersey.  

Kamis, 12 Januari 2017

Job desc dan job spec Trainer

Menajer Logistik

Nama Jabatan : Regional Trainer

Job Description:
  • Melaksanakan semua pelatihan dengan standar dan efektivitas tinggi.
  • Manajer pelatihan dan pengembangan SDM bertugas dalam perencanaan anggaran pelatihan tiap departement, biaya tak terduga dan jumlah peserta pelatihan sesuai kebutuhan.
  • Membuat strategi dan rencana-rencana organisatoris untuk memenuhi kebutuhan pelatihan dan pengembangan, dan mengatur pelaksanaan pelatihan, pengukuran dan tindak lanjut yang diperlukan.
  •  Memastikan bahwa setiap aktivitas memiliki inti dan tujuan serta terintegrasi dengan persyaratan perusahaan untuk manajemen keselamatan kerja, mutu, kesehatan, hukum, dan kebijakan.
  • Melakukan pengembangan diri dan meningkatkan pengetahuan sesuai dengan bidang yang bersangkutan secara kontinyu. Itulah beberapa tugas manajer pelatihan dan pengembangan SDM.


Job Specification :
  • Min. S1 semua jurusan
  • Diutamakan yang memiliki CFP/CPLHI/AAAIJ
  • Mampu melaksanakan pelatihan dan melakukan penilaian dengan sangat baik 
  • Min. 2 tahun pengalaman di bidang pelatihan asuransi 
  • Diutamakan yang memiliki 2-5 tahun pengalaman di bidang penjualan 
  • Dapat berkomunikasi dengan efektif secara lisan maupun tulisan 
  • Memiliki kemampuan pengaturan waktu dan interpersonal yang baik 
  • Dapat mengoperasikan komputer

Job desk dan job spec Public Relation

Public Relations

Nama Jabatan : Public Relation Officer

Job description
  • menyelenggarakan bertanggung jawab atas penyampaian informasi secara lisan, tertulis, melalui gambar (visual) kepada publik, supaya publik mempunyai pengertian yang benartentang organisasi tau perusahaan, tujuan serta kegiatan yang dilakukan.
  • memonitor, merekam dan mengevaluasi tanggapan serta pendapat umum atau masyarakat. disamping itu, menjalankan dan bertanggung jawab terhadap kehidupan kita bersama dengan lingkungan. Karena mereka ikut menentukan kehidupan organisasi apabila kita tidak saling menggangu, perlu diajak berunding demi kebaikan semua pihak tak ada yang di rugikan.
  • Memperbaiki Citra Organisasi, bagi PR citra yang baik terletak pada (1) bagaimana organisasi bisa mencerminkan organisasi yang dipercayai, memiliki kekuatan, mengadakan perkembangan secara berkesinambungan yang selalu terbuka untuk dikontrol, dievaluasi. (2) dapat dikatakan bahwa citra tersebut merupakan gambaran komponen yang kompleks.
Job specification

  • Wanita, usia maksimal 30 tahun
  • Pendidikan minimum D3
  • Bersedia bekerja dengan Target
  • Berpenampilan menarik
  • Memiliki kemampuan berkomunikasi yang baik
  • Diutamakan yang memiliki pengalaman di Contect Provider atau Adveritising

Job desc dan Job spec teknisi

Teknisi
Nama Jabatan : Teknisi Listrik

Job description :
  • Menjaga, memperbaiki dan menentukan skala termometer peralatan elektronik termasuk sistem kontrol numerik atau kontrol elektronik untuk mesin-mesin elektronik.
  • Melaukan tugas tugas terkait dengan pengujian dan perbaikan peralatan termasuk mengambil terpisah dan pengumpulan ulang komponen setelah perbaikan atau pergantian komponen.
  • Mmemeriksa peralatan dan mengevaluasi kinerja.
Job specification
  • Pria, usia maksimal 25 tahun.
  • Pendidikan terkahir SMK/STM jurusan listrik atau mekanik.
  • Lebih diutamakan jurusan listrik, dan lulusan SMK Negeri.
  • Nilai rata-rata minimum 7
  • Pekerja keras dan bertanggung jawab.
  • Sehat jasmani dan rohani, serta tidak buta warna dibuktikan dengan surat keterangan dokter


Sabtu, 07 Januari 2017

Tugas Psikologi Manejemen

1. Psikologi Manajemen
* Pengertian Manajemen
Manajemen adalah proses perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengawasan usaha-usaha para anggota organisasi dan penggunaan sumber daya organisasi lainnya agar mencapai tujuan yang telah ditetapkan (Stoner). Manajemen merupakan ilmu dan seni.
Ada 4 fungsi utama dalam manajemen:
- Perencanaan (Planning)
- Pengorganisasian (Organizing),
- Pengarahan (Actuating/Directing)
- Pengawasan (Controlling)
Seni dalam menyelesaikan sesuatu melalui orang lain (Follet,1997). Sebuah proses yang dilakukan untuk mewujudkan tujuan organisasi melalui rangkaian kegiatan berupa perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengendalian orang-orang serta sumber daya organisasi lainnya (Nickels, McHugh and McHugh ,1997). Seni atau proses dalam menyelesaikan sesuatu yang terkait dengan pencapaian tujuan. (Ernie&Kurniawan, 2005).
Adanya penggunaan sumber daya organisasi, baik sumber daya manusia, maupun faktor-faktor produksi lainnya. Sumber daya tersebut meliputi sumber daya manusia, sumber daya alam, sumber daya keuangan, serta informasi (Griffin,2002). Adanya proses yang bertahap dari mulai perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengimplementasian, hingga pengendalian dan pengawasan. Adanya seni dalam menyelesaikan pekerjaan.
* Psikologi manajemen adalah ilmu tentang bagaimana mengatur / me-manage sumber daya yang ada untuk memenuhi kebutuhan.

Kaitannya dengan psikologi:
Dengan ditemukan dan dikembangkannya ilmu psikologi, diketahui bahwa unsur SDM ternyata merupakan yang terpenting dari ketiga modal kerja perusahaan manapun. Pasalnya, ilmu psikologi yg memang berpusat pada manusia, mampu mengintervensi berbagai faktor internal manusia seperti motivasi, sikap kerja, keterampilan, dsb dengan berbagai macam teknik dan metode, sehingga bisa dicapai kinerja SDM yang setinggi-tingginya untuk produktivitas perusahaan.
Sumber Daya Organisasi
- Sumber Daya Manusia
- Sumber Daya Informasi
- Sumber Daya Fisik
- Sumber Daya Keuangan
- Sumber Daya Alam
Fungsi-fungsi Manajemen
- Perencanaan (Planning)
- Pengorganisasian (Organizing)
- Pengarahan dan pengimplementasian (Directing/Leading)
- Pengawasan dan Pengendalian (Controlling)

2. Apa itu Organisasi?
Menurut para ahli terdapat beberapa pengertian organisasi sebagai berikut.
* Stoner mengatakan bahwa organisasi adalah suatu pola hubungan-hubungan yang melalui mana orang-orang di bawah pengarahan atasan mengejar tujuan bersama.
* James D. Mooney mengemukakan bahwa organisasi adalah bentuk setiap perserikatan manusia untuk mencapai tujuan bersama .
* Chester I. Bernard berpendapat bahwa organisasi adalah merupakan suatu sistem aktivitas kerja sama yang dilakukan oleh dua orang atau lebih.
* Stephen P. Robbins menyatakan bahwa Organisasi adalah kesatuan (entity) sosial yang dikoordinasikan secara sadar, dengan sebuah batasan yang relatif dapat diidentifikasi, yang bekerja atas dasar yang relatif terus menerus untuk mencapai suatu tujuan bersama atau sekelompok tujuan.
Sebuah organisasi dapat terbentuk karena dipengaruhi oleh beberapa aspek seperti penyatuan visi dan misiserta tujuan yang sama dengan perwujudan eksistensi sekelompok orang tersebut terhadap masyarakat. Organisasi yang dianggap baik adalah organisasi yang dapat diakui keberadaannya oleh masyarakat di sekitarnya, karena memberikan kontribusi seperti; pengambilan sumber daya manusia dalam masyarakat sebagai anggota-anggotanya sehingga menekan angka pengangguran
Orang-orang yang ada di dalam suatu organisasi mempunyai suatu keterkaitan yang terus menerus. Rasa keterkaitan ini, bukan berarti keanggotaan seumur hidup. Akan tetapi sebaliknya, organisasi menghadapi perubahan yang konstan di dalam keanggotaan mereka, meskipun pada saat mereka menjadi anggota, orang-orang dalam organisasi berpartisipasi secara relatif teratur.

3. Aktivitas Sumber Daya Manusia
Manajemen sumber daya manusia, disingkat MSDM, adalah suatu ilmuatau cara bagaimana mengatur hubungan dan peranan sumber daya(tenaga kerja) yang dimiliki oleh individusecara efisien dan efektif serta dapat digunakan secara maksimal sehingga tercapai tujuan (goal) bersama perusahaan, karyawan dan masyarakat menjadi maksimal. MSDM didasari pada suatu konsep bahwa setiap karyawan adalah manusia - bukan mesin - dan bukan semata menjadi sumber daya bisnis.[butuh rujukan] Kajian MSDM menggabungkan beberapa bidang ilmu seperti psikologi, sosiologi, dan lain-lain
Unsur utama MSDM adalah manusia.
Manajemen sumber daya manusia juga menyangkut desain dan implementasi sistem perencanaan, penyusunan karyawan, pengembangan karyawan, pengelolaan karier, evaluasi kinerja, kompensasi karyawan dan hubungan ketenagakerjaan yang baik. Manajemen sumber daya manusia melibatkan semua keputusan dan praktik manajemen yang memengaruhi secara langsung sumber daya manusianya.

Sumber:
https://id.m.wikipedia.org/wiki/Manajemen_sumber_daya_manusia
https://id.m.wikipedia.org/wiki/Organisasi
https://id.m.wikipedia.org/wiki/Organisasi


Nama : Novita Dwi Ningrum
Kelas : 3PA21
NPM : 18514082

Kamis, 19 November 2015

Internet sebagai bantuan dalam psikoterapi

 


   Banyak sekali sarana untuk mengetahui kepribadian seseorang melalui tes kepribadian, baik secara online maupun offline. Tes kepribadian secara online sangat mempermudah kita dalam mencari tahu sedikit tentang diri kita, walaupun untuk tes online secara gratis masih sedikit saat ini.



    Salah satu contoh tes kepribadian online adalah www.ipersonic.net. iPersonic dikembangkan oleh psikolog. Felicitas Heyne, pengembang dan pendiri tes kepribadian iPersonic adalah psikolog terkenal dan penulis buku. Beliau adalah anggota afiliasi internasional American Psychological Association (APA).



    Psikotes adalah tes yang dilakukan untuk mengukur aspek individu secara psikis. Tes dapat berbentuk tertulis, visual, atau valuasi secara verbal yang teradministrasi untuk mengukur fungsi kognitif dan emosional. Tes dapat diaplikasikan kepada anak-anak maupun dewasa.Tes ini dapat berbentuk tertulis, proyektif, atau evaluasi secara verbal yang teradministrasi untuk mengukur fungsi atau kemampuan kognitif dan emosional seseorang.
    Tujuan dilaksanakannya tes ini adalah untuk mengukur berbagai kemungkinan atas bermacam kemampuan orang secara mental dan faktor-faktor yang mendukungnya, termasuk prestasi dan kemampuan, kepribadian, dan intelegensi. Jadi, psikotes adalah serangkaian kegiatan yang dilakukan untuk mengetahui gambaran seseorang mulai dari kemampuan kognitifnya, kondisi emosinya, kecenderungan-kecenderungan sikap dan hal-hal yang mempengaruhi kecenderungan tersebut.
    Dalam psikotes, kemampuan yang diukur tidak melulu terkait dengan IQ seseorang. Selain tes IQ ada juga tes kepribadian, dan wawancara. Dari integrasi tes-tes tersebut, maka akan diperoleh gambaran mengenai orang yang di tes yang kemudian disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan.

Apakah internet bisa menjadi alternatif solusi dalam psikoterapi?
- Ya, semakin berkembangnya dunia internet saat ini banyak orang yang memanfaatkan internet seperti para psikolog yang melakukan psikoterapi yang kini bisa dilakukan secara online. Adanya sarana tes psikologi secara online juga lebih mempermudah seseorang mengetahui sedikit tentang diri mereka dengan mengisi petanyaan yang dibuat dalam tes kepribadian online tersebut. Seorang psikolog ternama John Suler, Ph.D. Rider University yang dalam artikelnya menuliskan tentang “Masa Depan Psikoterapi Online dan Kerja Klinis”, di dalam artikelnya dia memprediksikan akan adanya spesialis untuk psikoterapis online. Dr. Suler memanfaatkan e-Mail sebagai modus utama dalam berinteraksi yang akhirnya membawa ke dalam tahap pengembangan Psikoterapi online yang lebih maju dengan menggunakan alat yang lebih sinkron. E-terapi adalah sebuah modalitas psikoterapi baru yang menyediakan klien cara mengakses seorang professional kesehatan mental secara online.








Referensi :
https://www.google.co.id/search?q=tujuan+tes+ipersonic&client=tablet-android-samsung&hl=in-ID&biw=602&bih=963&prmd=nimv&source=lnms&tbm=isch&sa=X&ved=0CAcQ_AUoAmoVChMItNff34icyQIVV5COCh0UwQfc#hl=in-ID&tbm=isch&q=ipersonic&imgrc=OCq_RYqTOEA0vM%3A